Gubernur Agustiar Sabran Resmikan Unit Layanan Disabilitas Terpusat di Huma Berkah Palangka Raya
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang terpusat di Huma Berkah, Kota Palangka Raya, Rabu (20/11/2025). Peresmian ini di lakukan sesaat setelah Gubernur membuka Festival Inovasi Kewirausahaan Anak Berkebutuhan Khusus (FIKSI) Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2025.
Gubernur menegaskan, bahwa kehadiran ULD ini menjadi komitmen nyata Pemerintah Provinsi Kalteng dalam memberikan pelayanan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.
“Hari ini kita resmikan Unit Layanan Disabilitas sebagai pusat layanan terpadu bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah berkewajiban memastikan bahwa tidak ada satu pun anak kita yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikannya,” tegas Gubernur Agustiar Sabran dalam sambutannya.
Menurutnya, ULD ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendampingan, tetapi juga ruang pemberdayaan yang mendorong kreativitas, kemandirian, serta potensi anak disabilitas untuk berkembang setara dengan anak lainnya.
“Mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama. Melalui ULD ini, kami ingin memastikan adanya pendampingan profesional, layanan asesmen, hingga pembinaan bakat dan kewirausahaan. Semua ini demi masa depan mereka,” ujar Agustiar.
Total Siswa Yang Hadir Hari Ini Adalah 264 Peserta Dari Sekitar 44 Sekolah Khusus
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melaporkan bahwa FIKSI 2025 menghadirkan para siswa dari sekolah-sekolah khusus di berbagai kabupaten/kota.
“Total siswa yang hadir hari ini adalah 264 peserta dari sekitar 44 sekolah khusus. Mayoritas adalah siswa Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Grahita, dan Tuna Daksa. Mereka menampilkan inovasi dan produk kreatif yang mendukung kewirausahaan,” ujarnya.
Gubernur memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras para guru serta kreativitas para siswa. “Saya bangga melihat anak-anak kita tampil percaya diri dengan inovasi luar biasa. Ini bukti bahwa mereka memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita sebagai pemerintah dan masyarakat memberikan ruang dan dukungan penuh,” katanya.
Peresmian ULD di tandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Agustiar Sabran. Dengan resminya ULD tersebut, Provinsi Kalimantan Tengah kini memiliki pusat layanan khusus di sabilitas yang lebih terstruktur dan mudah di akses.
Usai peresmian, Gubernur Agustiar menyempatkan diri mengunjungi berbagai stand kewirausahaan peserta FIKSI dari kabupaten/kota se-Kalteng. Ia tampak berdialog dengan para peserta serta mengamati hasil karya mereka.
“Saya ingin kegiatan seperti ini terus di gelar setiap tahun. Ini menjadi wadah bagi anak-anak kita untuk berkarya, berinovasi, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini,” tuturnya.
Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan inklusif di Kalteng. “Perjuangan kita belum selesai. Saya mengajak semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama memperhatikan dan mendukung penyandang disabilitas. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Kalimantan Tengah yang harus kita jaga, kita dukung, dan kita banggakan,” tegasnya. (pra)
EDITOR: TOPAN




