EKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB BARITO UTARA

Genjot Pembangunan Daerah, Bupati Barito Utara Minta Perangkat Daerah Percepat Realisasi Program

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus berkomitmen untuk mempercepat roda pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, memberikan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah agar segera mempercepat realisasi program dan kegiatan.

Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu dengan tidak menunda-nunda pekerjaan hingga menjelang akhir tahun anggaran.

“Pelaksanaan kegiatan yang tepat waktu akan membuat manfaat pembangunan lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Shalahuddin saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama para camat se-Kabupaten Barito Utara di Muara Teweh, Senin (25/5/2026).

Rakor Camat: Bukan Sekadar Formalitas

Menurut Shalahuddin, pertemuan atau rakor yang digelar bersama para camat ini memiliki urgensi yang besar. Ia tidak ingin agenda ini hanya menjadi seremonial atau kegiatan formalitas semata.

Sebaliknya, rakor ini harus mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang berdampak langsung pada:

  • Peningkatan kualitas pembangunan daerah.

  • Optimalisasi pelaksanaan program kerja.

  • Pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel di Kabupaten Barito Utara.

“Mari kita bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang maju, sejahtera, dan semakin baik di masa yang akan datang,” tambahnya memotivasi para jajaran.

Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi atas keaktifan para camat selama jalannya koordinasi. Ide-ide segar dan gagasan konstruktif yang dipaparkan dinilai menjadi modal penting bagi arah kebijakan pemerintah ke depan.

Tiga Poin Penting Arahan Bupati Barito Utara

Untuk memastikan visi daerah tercapai secara optimal, Bupati Shalahuddin menggarisbawahi tiga poin krusial yang harus dipatuhi oleh seluruh jajaran pemerintahan:

1. Kesamaan Persepsi dan Sinergi Antar-Lembaga

Bupati meminta agar tidak ada lagi ego sektoral dalam menjalankan program kerja. Seluruh perangkat daerah wajib menyelaraskan langkah dengan visi, misi, dan prioritas pembangunan Kabupaten Barito Utara.

“Jangan sampai ada program yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi dan tanpa arah yang jelas. Kita harus bekerja secara terpadu, terukur, dan fokus pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

2. Perencanaan Berbasis Data dan Kebutuhan Nyata

Kualitas perencanaan pembangunan menjadi sorotan utama. Shalahuddin mengingatkan agar setiap program kerja tidak dibuat asal-asalan atau sekadar menggugurkan kewajiban. Program harus disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, didukung data yang akurat, serta memiliki target capaian (output) yang jelas. Hindari kegiatan rutinitas yang miskin dampak nyata bagi warga.

3. Pengelolaan Anggaran yang Efektif dan Transparan

Terkait penggunaan APBD, komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi harga mati. Bupati melarang keras adanya pemborosan anggaran untuk kegiatan yang bukan menjadi skala prioritas.

Prinsip Pengelolaan AnggaranTarget Capaian
Efektif & EfisienAnggaran tepat sasaran, minim pemborosan.
Transparan & AkuntabelDapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan publik.
Berorientasi PublikSetiap rupiah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Setiap rupiah uang daerah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Shalahuddin menutup arahannya. (pra)

Related Articles

Back to top button