Jangan Paksakan Truk Melebihi Tonase Melintasi Jalan Umum di Gunung Mas

KUALA KURUN, Kalteng.co – DPRD Gunung Mas mengimbau para pelaku jasa angkutan, terutama yang menggunakan kendaraan bertonase besar, untuk tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas jalan umum.
Sebab, ruas jalan Miri–Kurun–Palangka Raya hanya dirancang untuk kendaraan dengan berat maksimal delapan ton. Apalagi, di sepanjang jalur tersebut terdapat ratusan jembatan, yang sebagian bersifat darurat dan sangat rentan ambruk.
Wakil Ketua I DPRD Gunung Mas, Nomi Aprilia, meminta, masyarakat dan para pengguna jalan untuk sadar dan mematuhi ketentuan tonase jalan maupun jembatan demi menjaga kelancaran transportasi serta keselamatan bersama.
“Demi kelancaran transportasi di Gunung Mas, kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan besar, agar tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas jalan. Ini demi kebaikan kita bersama,” ujar Nomi, belum lama ini.
Ia menambahkan, sebagian besar jembatan yang masih terbuat dari kayu saat ini sudah berusia puluhan tahun, sehingga kekuatannya jauh berbeda dibanding jembatan berbahan beton.
“Kita tahu sendiri, daya tahan jembatan kayu tidak sekuat jembatan beton. Seperti beberapa jembatan di jalur Kurun menuju Kahayan Hulu Utara, kondisinya sudah memprihatinkan. Kalau terus dipaksakan dilewati truk bermuatan berat, bukan tidak mungkin akan rusak parah. Ujung-ujungnya kita semua yang dirugikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunung Mas, Beryen, juga mengingatkan bahwa di jalur Kurun–Sepang Simin, terdapat beberapa titik jalan dan jembatan yang tidak boleh dilalui kendaraan dengan muatan di atas delapan ton. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Rawi, Jembatan Nango, Jembatan Konjoi, Jembatan Miwan, dan sejumlah jembatan darurat lainnya.
“Untuk jembatan darurat, kapasitas maksimalnya hanya di bawah delapan ton. Jadi bagi kendaraan besar, mohon pertimbangkan dengan baik sebelum melintasi. Kesadaran dari pengemudi dan pemilik kendaraan sangat dibutuhkan,” tegas Beryen.(nya)
EDITOR: TOPAN




