Karhutla Kian Marak di Palangka Raya, BPBD Catat Beberapa Kejadian

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Dalam beberapa pekan belakangan ini, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menghantui sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya mencatat sampai dengan 30 Juli 2025 kemarin sedikitnya telah terjadi sebanyak 5 kejadian.
Terbaru, peristiwa Kebakaran terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, diantaranya di Jalan Diklat, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.
Kemudian disusul di Jalan Garuda Km 3, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Jalan Tabat Kalsa, Kecamatan Sabangau dan Jalan Talawang Raya, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut.
Dari peristiwa pada empat lokasi itu sendiri, petugas di lapangan mencatat sedikitnya ada sekitar 1,53 hektare lahan yang terbakar saat itu.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi mengungkapkan, dari puluhan kejadian karhutla yang saat ini telah ditangani tersebut, total lahan yang terbakar mencapai 16,99 hektare.
“Kejadian terbanyak pada wilyah Kecamatan Jekan Raya dengan 33 kejadian. Kemudian disusul Kecamatan Pahandut dengan 2 kejadian, Sebangau dengan 17 kejadian, Bukit Batu dengan 3 kejadian, dan Rakumpit nihil kejadian,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, kebakaran lahan di Palangka Raya mulai masif terjadi sejak tiga pekan terakhir.
Langkah yang telah dilakukan pihaknya dalam menghadapi karhutla antara lain, melakukan sosialisasi, edukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana karhutla.
“Kemudian melakukan patroli dan pemantauan di kawasan rawan karhutla,” tegasnya.
Kepada Masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang dan selama musim kemarau.
“Penting untuk tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun atau membuang puntung rokok sembarangan di area yang mudah terbakar. Selain itu, perlu dilakukan upaya pencegahan seperti patroli rutin dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla,” tutupnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



