Rojikinoor Soroti Ketimpangan Pembangunan, Desak Pemerintah Fokus ke Wilayah Pelosok

PURUK CAHU, Kalteng.co – Ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Murung Raya masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
Anggota DPRD Murung Raya, Rojikinoor, mendorong pemerintah daerah agar meningkatkan skala dan jangkauan program pembangunan secara menyeluruh hingga ke desa-desa terpencil.
Dalam keterangannya, Rojikinoor menegaskan bahwa pembangunan yang hanya terpusat di wilayah tertentu akan memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi antarwilayah. Ia menilai, saat ini masih banyak daerah pelosok di Murung Raya yang belum tersentuh pembangunan infrastruktur dasar maupun layanan publik yang memadai.
“Masih ada desa-desa yang tertinggal secara infrastruktur, akses pendidikan terbatas, layanan kesehatan minim, bahkan perekonomian lokal belum tersentuh program pemberdayaan. Ini harus menjadi perhatian utama pemerintah,” tegasnya, pada Minggu (31/8/2025).
Menurutnya, pembangunan yang merata bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga soal memberikan akses yang adil terhadap hak-hak dasar masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah dalam menyusun program dan alokasi anggaran, agar tidak timpang antara pusat dan pinggiran.
“Kita di DPRD tentu mendukung setiap program pemerintah daerah. Tapi dukungan itu juga harus diimbangi dengan arah kebijakan yang benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” kata politisi dari Partai Golkar tersebut.
Rojikinoor menyampaikan bahwa aspirasi soal pemerataan pembangunan juga kerap muncul dalam kegiatan reses yang ia lakukan. Banyak warga desa menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar mereka.
“Kita sering mendengar langsung dari masyarakat. Mereka butuh jembatan, jalan penghubung, akses air bersih, sekolah layak, dan tenaga kesehatan. Itu kebutuhan dasar yang seharusnya sudah bisa dipenuhi,” ujarnya.
Ia berharap, peningkatan program pembangunan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat desa. Menurutnya, langkah ini akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan daerah secara menyeluruh.
“Pemerataan pembangunan adalah fondasi keadilan sosial. Kalau kita ingin Murung Raya dan Kalimantan Tengah maju, maka tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” pungkasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN



