Sukses dan Lancar, 110 Jamaah Haji Barito Utara 2026 Tiba di Tanah Air dalam Kondisi Sehat

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi bagi jamaah asal Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, resmi berakhir dengan sukses. Seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dilaporkan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, membawa kebahagiaan mendalam bagi keluarga yang telah menanti di tanah air.
Laporan resmi ini disampaikan langsung oleh Ketua Rombongan Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 1447 H / 2026 M, Parmana Setiawan, dalam acara penyambutan kepulangan jamaah haji yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Barito Utara pada hari Ahad.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan dengan baik. Jamaah haji Kabupaten Barito Utara dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat,” ujar Parmana Setiawan, yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara.
Detail Rombongan dan Rangkaian Ibadah Haji 2026
Pada musim haji tahun ini, Kabupaten Barito Utara memberangkatkan sebanyak 110 orang jamaah. Untuk memastikan koordinasi dan pelayanan yang maksimal selama berada di Arab Saudi, seluruh jamaah tersebut dibagi ke dalam:
3 Rombongan Besar
12 Regu Kerja
Parmana mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa karena seluruh jamaah mampu mengikuti setiap tahapan ibadah secara runut dan lengkap. Perjalanan spiritual ini dimulai dari ibadah di Madinah Al-Munawwarah, dilanjutkan ke Makkah Al-Mukarramah, hingga mencapai puncaknya pada fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
“Semua fase penting, terutama puncak haji di Armuzna yang menguras fisik, dapat dilewati oleh para jamaah dengan sangat baik,” tambahnya.
Kondisi Kesehatan Jamaah dan Pelayanan di Tanah Suci
Faktor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Secara umum, kondisi fisik dan kesehatan jamaah asal Barito Utara tergolong cukup baik dan stabil.
Meskipun terdapat beberapa jamaah yang sempat memerlukan perawatan medis khusus akibat faktor cuaca dan kelelahan, tim kesehatan dan pendamping haji sigap memberikan penanganan yang optimal.
Update Jamaah yang Masih Dirawat
Parmana juga memberikan informasi transparan mengenai satu orang jamaah yang saat ini masih belum bisa pulang bersama rombongan utama.
Status: Masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Kondisi Terkini: Mengalami perkembangan yang sangat baik dan terus membaik.
Rencana Kepulangan: Dijadwalkan akan segera kembali ke tanah air bersama kelompok terbang (kloter) berikutnya.
Terkait pelayanan umum selama di Arab Saudi, Parmana menilai aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga manajemen logistik barang bawaan jamaah telah berjalan sangat baik dan terstruktur, sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jamaah.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji ini tentu tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Atas nama rombongan, Parmana Setiawan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada:
Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas dukungan moral dan material.
Kementerian Agama (Kemenag) sebagai instansi penyelenggara.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Tenaga Kesehatan.
Pembimbing Ibadah yang sabar menuntun jamaah melaksanakan amalan wajib maupun sunnah sesuai kemampuan masing-masing.
Keluarga Jamaah yang tiada henti memanjatkan doa dari tanah air.
3 Rekomendasi Penting untuk Evaluasi Haji Masa Depan
Sebagai langkah progresif demi meningkatkan kualitas pelayanan haji di tahun-tahun mendatang, Parmana Setiawan yang juga legislator daerah menyampaikan beberapa poin evaluasi dan rekomendasi strategis:
Optimalisasi Transportasi Armuzna: Diperlukan peningkatan koordinasi terkait titik penjemputan bus serta penambahan armada transportasi publik pada saat puncak haji, khususnya pasca-mabit (bermalam) di Muzdalifah untuk mengantisipasi kepadatan.
Penambahan Jumlah Petugas: Mengusulkan penambahan kuota petugas haji, baik tim medis maupun pembimbing ibadah. Hal ini penting guna mengurangi beban kepadatan pendampingan serta meminimalkan risiko kelelahan ekstrem pada jamaah lansia saat fase Armuzna.
Fasilitasi Transportasi Udara Domestik: Berharap agar proses keberangkatan maupun penjemputan jamaah haji Kabupaten Barito Utara ke depan mendapatkan dukungan moda transportasi udara yang lebih efektif langsung dari atau ke daerah, guna memangkas waktu perjalanan darat yang melelahkan dan meningkatkan kenyamanan jamaah.
Harapan Menjadi Haji yang Mabrur
Menutup laporannya, Parmana mendoakan agar seluruh perjuangan, tetesan keringat, dan doa yang dipanjatkan oleh 110 jamaah di hadapan Ka’bah diterima oleh Allah SWT.
“Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Sekembalinya ke lingkungan masing-masing, semoga mereka mampu menjadi teladan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus membawa berkah, kedamaian, dan kebaikan bagi kemajuan Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya. (pra)



