BeritaNASIONAL

Syiah Kerap Dituding Kaum Salafi di Indonesia Bukan Islam

KALTENG.CO-Kondisi geopolitik di timur tengah tidak bisa dilepaskan dari munculnya friksi di internal umat Islam di Indonesia, terutama yang paling mencolok adalah antara kaum syiah dan salafi atau wahabi.

Di mana banyak bermunculan narasi yang diembuskan kaum salafi atau wahabi bahwa kelompok syiah bukan bagian dari agama Islam. Tetapi faktanya di lapangan, banyak sekali sikap-sikap dari Negara Iran yang merupakan pusatnya kelompok syiah justru sangat peduli dengan marwah dan perjuangan umat islam di berbagai belahan dunia, termasuk berbagai penindasan dan teror terhadap umat Islam di Palestina.

Dalam statemen resminya melalui Duta Besar Iran Untuk Indonesia HE. Dr. Mohammad Azad, Negara Iran mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk aksi zionis Israel yang menyerang warga sipil di Masjid Al-Aqsa beberapa pekan terakhir sejak awal Ramadan.

Duta Besar Iran Untuk Indonesia HE. Dr. Mohammad Azad mengatakan Iran secara konsisten menghidupkan isu Palestina dan menjadikan Palestina sebagai isu pertama dunia Islam. Iran mendukung resistensi dan perlawanan Palestina melawan kezaliman.

“Mengutuk tindakan ilegal rezim zionis. Melawan aksi terorisme dalam bentuk penjajahan. Kami menolak berbagai fitnah dan solusi palsu untuk kemerdekaan Palestina,” katanya dalam temu media untuk merayakan Hari Internasional Al-Quds yang merupakan sebuah aksi solidaritas bersama di dunia yang rutin diselenggarakan setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan.

Dubes Mohammad Azad menyebut adanya fitnah Barat dan zionis Israel nenyebarkan pertikaian dan perselisihan di antara negara-negara Islam. Ia juga menyebut AS dan Israel memfabrikasi ancaman palsu.

 “Iran mengedepankan solusi demokratis adil dan memuliakan hak bangsa Palestina,” katanya.

Menurutnya, Hari Internasional Al-Quds adalah momentum komunitas dunia untuk mengutuk tindakan ilegal memindahkan kedutaan besar Amerika ke Al-Quds dan mengakuinya sebagai ibukota rezim Zionis seraya menuntut pembebasan Al-Quds.

Iran mendukung rakyat tertindas Palestina tetap menjadi prioritas pertama dunia Islam serta mengecam setiap aksi yang ingin mengesampingkan prioritas ini dan upaya mengalihkan pikiran umat Islam.

“Hari Internasional Al-Quds tahun ini pun begitu penting dikarenakan AS bersama dengan rezim zionis Israel memaksakan kehendek keji mereka kepada masyarakat Palestina melalui ‘Kesepakatan Abad’ alias “Konspirasi Abad’ dan upaya ‘Normalisasi Hubungan’ dengan negara-negara Islam,” tegasnya.

Republik Islam Iran percaya bahwa ‘Kesepakatan Abad’ dan normalisasi hubungan rezim Zionis dengan negara-negara Islam adalah pengkhianatan terhadap hak dan cita-cita masyarakat Palestina dan penikaman mereka dari belakang. Ia melihat upaya normalisasi sebagai sebuah alat untuk memperkokoh pendudukan ilegal rezim zionis atas tanah Palestina dan pembentukan Single State di atas tanah air Palestina.

“Kami menyerukan kepada negara-negara yang telah menandatangani perjanjian untuk memulihkan hubungan dengan rezim Zionis agar meninjau kembali langkah itu dikarenakan kehadiran berbagai gerakan resistensi dan perlawanan bangsa Palestina di samping dukungan dari berbagai negara Islam membuat rezim Zionis Israel mengalami kondisi yang begitu rapuh dan lemah sehingga kemerdekaan Palestina yang sesungguhnya tidak jauh untuk diraih,” tutupnya.(Dikutip dari JawaPos.com/tur)

KADIN KALTENG
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button