Dewan Apresiasi Pelatihan Kerajinan Tangan

PELATIHAN : Kaum perempuan di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, saat mengikuti pelatihan kerajinan tangan yang dilakukan oleh Universitas Palangka Raya.
PELATIHAN : Kaum perempuan di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, saat mengikuti pelatihan kerajinan tangan yang dilakukan oleh Universitas Palangka Raya.

KUALA KURUN,kalteng.co – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Nomi Aprilia menyambut baik pelatihan pembuatan kerajinan tangan kepada kaum perempuan di wilayah Kecamatan Kurun. Pelatihan itu dilakukan oleh Universitas Palangka Raya (UPR).

“UPR baru saja melakukan pelatihan pembuatan kerajinan tangan kepada kaum perempuan di Kelurahan Kuala Kurun. Saya menyambut baik pelatihan tersebut,” kata Nomi, Rabu (13/10). Nomi Aprilia berharap, dari pelatihan itu, kaum perempuan dapat menangkap berbagai peluang usaha. Selain itu, kaum perempuan yang mengikuti pelatihan diharapkan bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk berwirausaha nantinya.

Terlebih, tutur alumni UPR ini, pembuatan kerajinan tangan bisa dilakukan di rumah dan dilakukan di sela waktu luang. Dengan demikian, waktu luang tidak terbuang percuma, namun dapat meningkatkan perekonomian. “Semoga ke depan pelatihan pembuatan kerajinan tangan akan kembali dilakukan di Gumas. Sebab pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini.

Baca Juga:  Berperan Memerangi Hoaks Vaksinasi

Ya, beberapa waktu lalu, Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya (UPR) Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Arsitektur, menggelar kegiatan lanjutan membuat kerajinan tangan teknik sospeso trasparente dengan media kain batik di aula Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas.

“Keterampilan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan bagi ibu-ibu yang mau berperan aktif menambahkan penghasilan untuk masyarakat,” kata Elis Sri Rahayu sebagai tenaga pelatih dari UPR. Kerajinan tersebut, lanjut Elis Sri Rahayu, medianya dari bahan-bahan yang merupakan kain bermotif batik dan plastik laminating yang dilem.

Baca Juga:  APBD 2022 Utamakan Program Prioritas

Media ini akan dibentuk menjadi tiga dimensi dan ditempelkan pada tas rotan bisa tempat tisu dan lainnya. “Dengan alat ini, setelah dipanaskan sisi plastiknya akan membentuk bentukan lebih tiga dimensi dan ditambah lagi tempelan di atasnya, ada beberapa tahapan dalam pengerjaannya, terlebih lagi diberi pernis, hasilnya akan lebih cantik dan mengkilap,” tegasnya.(okt/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *