Petani Lamandau Nyambi Berbisnis Narkoba

Petani Lamandau

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Petani Lamandau nyambi bisnis narkoba. Peristiwa pengungkapan tindak pidana narkotika itu terjadi, Minggu (9/1/2022) malam.

Pelakunya yakni laki-laki berinisial BO. Pria berusia 36 tahun itu diringkus oleh jajaran Satresnarkoba Polres Lamandau lantaran kedapatan memiliki serbuk kristal putih tersebut.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Kabupaten Lamandau ini diringkus oleh petugas di tepi Jalan Trans Kalimantan Km..14, Kecamatan Nanga Bulik. Dari tangannya, ditemukan sebanyak empat plastik klip diduga berisi sabu-sabu

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo melalui Kasatnarkoba AKP I Made Rudia mengatakan, pengungkapan berawal informasi masyarakat mengenai seorang laki-laki yang memiliki narkotika. Kemudian dilakukan penyelidikan guna memastikan informasi itu.

“Petugas kami ketika itu melihat seseorang dengan ciri-ciri yang sudah disampaikan sedang berdiri di tepi jalan kemudian orang tersebut diamankan,” katanya.

Saat dilakukan penggeledahan badan, tidak ditemukan apa-apa. Ternyata sebelum dilakukan penggeledahan badan, salah satu anggota melihat orang yang dicurigai tersebut melempar sesuatu ke semak-semak.

Baca Juga:  Bu Guru di Sampit Jualan Sabu-Sabu

“Setelah dicek ternyata yang dibuang adalah kotak rokok berwarna putih dan anggota langsung menyuruh orang yang dicurigai tersebut untuk mengambil serta membuka isi kotak rokok tersebut,” urainya.

Setelah dibuka disaksikan oleh orang yang dicurigai tersebut serta saksi-saksi, ternyata ditemukan empat bungkus plastik klip berisi butiran kristal yang diduga sabu-sabu.

Dijelaskannya, adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni empat bungkus plastik klip berisi butiran kristal yang diduga narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dengan berat kotor 9,97 gram.

Lalu satu kotak rokok merk LMD Putih, satu buah handphone Oppo A54 warna biru dan uang tunai Rp 1.377.000. Selanjutnya terlapor beserta barang bukti di bawa ke Mako Polres Lamandau untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan Pasal yang disangkakan, yaitu Pasa 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (oiq)