NASIONAL

Pengeroyokan Ade Armando Tetap Dikecam, SETARA Institute Minta Tetap Fokus Tuntutan Mahasiswa

Pemerintah dan DPR Jangan Abai Terhadap Tuntutan Mahasiswa

“Ataupun narasi-narasi yang mengarahkan bahwa ini tidak lagi murni gerakan mahasiswa. Aksi unjuk rasa mahasiswa memainkan perannya yang signifikan dalam pengawasan secara langsung terhadap kebijakan-kebijakan yang di buat pemerintah,” katanya.

Hendardi mengungkapkan, saat ini pemerintah dan DPR bukan fokus ke aksi-aksi anarkis dari unjuk rasa tersebut, yang mengakibatkan Ade Armando menjadi korban. Melainkan kepada tuntutan yang di suarakan oleh mahasiswa.

“SETARA Institute menekankan bahwa substansi yang di suarakan dalam gerakan mahasiswa ini haruslah menjadi atensi utama bagi pemerintah dan DPR. Meskipun pada dasarnya aksi-aksi anarkis dalam unjuk rasa tidak dapat di benarkan, namun seharusnya pemerintah dan DPR fokus pada substansi unjuk rasa,” tegasnya.

Karena itu, jika pemerintah dan DPR abai terhadap tuntutan mahasiswa itu, hanya akan menjadi polemik yang berkepanjangan.

“Ketiadaan atensi pemerintah dan DPR terhadap substansi gerakan hari ini hanya akan menggambarkan ketidakmampuan dan keengganan pemerintah. Untuk memahami persoalan dan tuntutan yang di sampaikan mahasiswa secara utuh dan mengatasinya secara mendasar,” tuturnya.

Sebelumnya, massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kompleks parlemen DPR, Jakarta, Senin (11/4/2022).

Aksi tersebut di gelar guna menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Mereka mendesak DPR agar tak menggunakan hak konstitusinya untuk mengamandemen UUD yang mengatur penundaan Pemilu dan memperpanjang masa jabatan Presiden RI.

Berikut Daftar 4 Tuntutan Mahasiswa Dalam Demo Hari Ini:

  1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
  2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat. Sebagaimana aksi massa yang telah di lakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
  3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen. Bersikap tegas menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode.
  4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian di sertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.(Gunawan Wibisono). (Di kutip dari JawaPos.com/tur)
Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button