Debit Air Terus Naik, 17 Kelurahan Kebanjiran

Puluhan Warga Memilih Mengungsi
IKUT TERENDAM: Kawasa padat penduduk di pinggiran Sungai Kahayan tepatnya di Jalan A Yani, Gang Patra, turut terendam banjir akibat luapan sungai Kahayan, Selasa (21/9/2021)./DENAR
IKUT TERENDAM: Kawasa padat penduduk di pinggiran Sungai Kahayan tepatnya di Jalan A Yani, Gang Patra, turut terendam banjir akibat luapan sungai Kahayan, Selasa (21/9/2021)./DENAR

PALANGKA RAYA,kalteng.co-Jumlah wilayah atau kelurahan yang terendam banjir di Palangka Raya bertambah. Kini per Selasa (21/9), menjadi 17 kelurahan. Selain itu, berdasarkan hasil pengecekan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya ketinggian air di 17 kelurahan bervariasi.
“Awalnya hanya ada 12 kelurahan yang terdampak banjir, lalu meningkat menjadi 13 kelurahan dan data terbaru sekarang sudah ada 17 kelurahan yang terdampak banjir di Kota Palangka Raya,” Kata Emi, kemarin (21/9).
Menurut Emi, dari 17 kelurahan hanya ada satu kelurahan yang mengalami penurunan debit air yaitu Kelurahan Bereng Bengkel yang mengalami penurunan debit air sekitar lima cm. Sedangkan kenaikan debit air yang paling tinggi terjadi di Kelurahan Pahandut Seberang yang mencapai 20 cm. Posisi kedua Kelurahan Palangka yang mengalami kenaikan debit air hingga 17 Cm. Sisanya seperti Kelurahan Bukit Tunggal, Petuk Ketimpun, Langkai, Tanjung Pinang, Tumbang Rungan, Danau Tundai, Kalampangan, Kameloh Baru, Marang, Banturung, Tumbang Tahai, Tangkiling dan Sei Gohong masing – masing mengalami kenaikan debit air 10 cm.
Melihat debit air terus meninggi pihaknya pun saat ini sudah membuat dua buah Posko pengungsian masyarakat. Pertama, di samping Pos Komando (Posko) Jalan Arut dan yang kedua, di SDN 1 Langkai.
“Kami aktif melakukan pengecekan debit air. Kami harap debit air cepat menurun agar dari 17 kelurahan yang terdampak banjir ini tidak meluas ke kelurahan lain,” kata Emi.

Baca Juga:  Tabrakan Angkot vs Motor, Satu Tewas