BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

DPRD Kalteng Apresiasi Kinerja Jembatan Timbang Anjir Serapat, Soroti Jalur Rawan Angkutan ODOL

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau Jembatan Timbang Anjir Serapat. Kunjungan ini bertujuan memastikan optimalisasi pelayanan pengawasan angkutan barang sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menyampaikan apresiasi kepada petugas di lapangan yang bekerja tanpa henti selama 24 jam dalam mengawasi kendaraan angkutan barang. “Tanpa teman-teman di lapangan, tidak akan ada yang namanya prestasi. Dari jam 6 pagi sampai jam 6 malam, lalu bergantian hingga pagi lagi. Kami memberikan penghargaan dan apresiasi atas dedikasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, peran petugas jembatan timbang sangat vital dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan, terutama dari ancaman kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang berpotensi merusak badan jalan. Sementara itu, Kepala UPPKB Anjir Serapat, Fransisco Wijaya, menyampaikan secara umum pelayanan pengawasan kendaraan angkutan barang telah berjalan sesuai ketentuan. Namun, pihaknya masih menemukan pelanggaran kelebihan muatan.

“Secara umum, pelayanan pengawasan kendaraan angkutan barang telah berjalan sesuai ketentuan, namun masih di temukan pelanggaran kelebihan muatan yang berpotensi merusak infrastruktur jalan,” jelasnya. Dalam dialog bersama jajaran perhubungan, Junaidi juga menyoroti sejumlah titik jalur angkutan barang yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama jalur dari Kalimantan Barat menuju Kalimantan Tengah.

Pembatasan Operasional Sudah Disiapkan

Ia menyebutkan sedikitnya empat titik strategis yang rawan di lalui angkutan barang, yakni perbatasan Kalbar di wilayah Lamandau dan Sukamara, Pasar Panas perbatasan Kalsel-Kalteng, perbatasan Kalsel-Kalteng lainnya, serta perbatasan Kaltim-Kalteng di Ampah, Barito Utara. Menurutnya, pengawasan di titik-titik tersebut penting, terlebih menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran.

Meski demikian, ia memastikan bahwa secara umum persiapan menghadapi arus mudik sudah cukup baik. “Pembatasan operasional sudah di siapkan, tinggal kita laksanakan dan perketat pengawasannya,” tegasnya. Ia berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus di perkuat dalam rangka mendukung kebijakan nasional penertiban kendaraan ODOL, sehingga kualitas jalan di Kalimantan Tengah tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan semakin meningkat.

“Harapan kita, bagaimana kita mendukung niat baik pemerintah pusat dalam menjaga kualitas jalan. Kendaraan besar kategori ODOL harus bisa kita minimalisir pergerakannya di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (bam)

Related Articles

Back to top button