Pernikahan Anak Akan Ditekan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng Linae Victoria Aden
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, Linae Victoria Aden.

PALANGKA RAYA,kalteng.co-Berdasarkan laporan tahun lalu, angka pernikahan anak di Kalteng berada pada urutan kedua se-Indonesia, setelah Kalimantan Selatan. Tentu, ini bukan capaian prestasi tetapi justru harus sebisa mungkin di tekan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, dalam pengendalian pernikahan anak memang tidak hanya menjadi tugas DP3APPKB saja, tetapi berbagai unsur terlibat.

“Pernikahan anak ini memang harus ditekan dengan bekerja sama dari berbagai unsur terkait, akan banyak dampak yang akan dialami apabila pernikahan anak ini terus dibiarkan,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, belum lama ini.

Perempuan yang biasa di sapa dr. Ina ini menyebut, secara fisik pernikahan anak akan berdampak pada ibu yang mengandung dan melahirkan hingga dampak pada anak saat dilahirkan. Pasalnya, anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan dengan usia ibu belum matang, maka anak yang dilahirkan rawan terjadi stunting.

Baca Juga:  Unit  Reaksi Cepat Dishub Rutin Patroli Jalan Utama

“Stunting itu tidak hanya persoalan tinggi anak yang tidak sesuai dengan usianya (pendek,red), namun juga berdampak pada otak dari anak yang dilahirkan, hal ini yang lebih berbahaya bagi perkembangan otak anak,” ucapnya.

Selain itu, pernikahan anak juga akan berdampak pada rawan tejadi perceraian, lantaran anak-anak yang belum matang untuk menikah belum bisa mengontrol emosi. “Pernikahan anak harus ditekan dan sedini mungkin dpaat dicegah, agar angka stunting di Kalteng tidak semakin tinggi, begitupun dengan ang ka perceraian,” pungkasnya. (abw/ram)