Pilu, Empat Tahun Satu Keluarga Tinggal Ditempat Yang Memprihatinkan
SETIAP keluarga pasti ingin memiliki dan tinggal di tempat hunian yang nyaman. Karena rumah yang nyaman biasanya dapat membawa ketenangan tersendiri bagi yang menempatinya.
Namun, tidak semua keluarga memiliki kesempatan seperti itu. Seperti dialami oleh pasangan suami istri, Sahran (71) dan Mala (52) warga Jalan S Parman, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, belakang Taman Pasuk Kameloh. Mereka menempati rumah berukuran 5 x 3,5 meter, selama kurang lebih 4 tahun.
Bersama dua anaknya, pasangan suami istri ini membagi rumah berkontruksi kayu tersebut menjadi tiga ruangan. Bisa dibayangkan berapa meter ruang yang mereka gunakan untuk tinggal dan beristirahat.
Ditambah lagi jika cuaca hujan turun dengan itensitas tinggi, membuat ranting pohon berukuran kecil hingga besar jatuh menimpa atap rumah yang dibangun seadanya oleh Sahran pada tahun 2018 ini hingga menyebabkan kebocoran ditiap sudut ruangnya.
Untuk mengetahui secara langsung kondisi rumah Sahran dan Mala, bersama media Kalteng.co, Lurah Langkai Sriwanti mendatangi lokasi, Sabtu (7/5/2022).
Dalam pertemuan tersebut, banyak permasalahan yang disampaikan Sahran dan Mala pada Lurah Sriwanti. Diantaranya seperti renovasi warung dan bangunan rumah dan kurangnya pembayaran adminitrasi anak untuk masuk perguruan tinggi.
“Ada beberapa hal yang mereka sampaikan, seperti tanah yang menyewa Rp3 juta per bulannya, renovasi warung dan rumah, dan kurangnya pembayaran adminitrasi di salah satu perguruan tinggi Kota Palangka Raya. Dan ini akan secepatnya saya carikan solusinya,” ucap Lurah Sriwanti.




