TBBR Punya Struktur dan Gelar Adat Yang Bisa Dipertanggungjawabkan

Misalnya, kata Ketua Umum TBBR, seorang pabore tugasnya mengobati saja, tidak bertugas di bidang lain. Sebagai organisasi akar rumput, TBBR sudah banyak kerja nyata berjuang membela hak masyarakat adat diantaranya peladang, kasus Effendi Buhing di Laman Kinipan, konflik masyarakat dengan investor dan juga diapresiasi penegak hukum dalam membantu menjaga Kamtibmas dan penyelesaian masalah lain dengan mengedepankan musyawarah secara adat.
Tidak hanya itu, TBBR juga sangat banyak melakukan kegiatan sosial, seperti membantu korban banjir, kebakaran, orang sakit dan lain-lain.
Pemuda pemudi yang dulunya pemabuk, berbuat kriminal ketika sudah menjadi anggota TBBR akhirnya sembuh.
“Kita boleh melakukan penelitian, tentang bagaimana dampak sosial sebelum dan sesudah hadirnya TBBR pada suatu wilayah. Bagaimana tingkat kriminalisasi, tingkat konsumsi miras dan masalah sosial masyarakat lainnya,” tegasnya.
“Saya berharap Murjani Aban dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya jika ingin duduk bersama dengan TBBR untuk berdiskusi, kami sangat terbuka agar tidak menimbulkan keliru tafsir tentang TBBR,” tutupnya. (oiq)




