Dr. H. Rahmat Nasution Hamka: Nahdlatul Ulama Telah Lebih dari Seabad Berkontribusi untuk Bangsa

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Presiden External Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dr. H. Rahmat Nasution Hamka, SH., M.Si., CRGP, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-102, yang jatuh pada 16 Rajab 1446 H atau bertepatan dengan Kamis, 16 Januari 2025.
Dalam pesannya Rahmat Nasution Hamka menekankan, bahwa keberadaan NU selama lebih dari satu abad adalah sebuah anugerah besar bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Lebih dari seratus tahun NU telah berkiprah, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun keagamaan. NU bukan hanya organisasi, tetapi juga fondasi moral dan etika bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama telah memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia. Rahmat menggarisbawahi, bahwa sejak didirikan pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926), NU telah menjadi pelopor dalam memperjuangkan nilai-nilai moderasi beragama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengapresiasi peran NU dalam memajukan pendidikan Islam, yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dalam menjunjung nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
“Pondok pesantren yang dikelola NU telah menjadi benteng moral sekaligus pusat pembelajaran yang melahirkan banyak pemimpin bangsa,” kata Dr. Rahmat.
Dalam momen penuh makna ini, Rahmat menyampaikan harapan agar NU terus menjadi penjaga harmoni sosial dan pilar keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya berharap NU tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang toleran, adil, dan sejahtera. Tantangan zaman mungkin berubah, tetapi semangat keikhlasan dan pengabdian harus tetap menjadi nafas perjuangan NU,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda NU untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan. “Regenerasi adalah kunci keberlanjutan. Generasi muda NU harus menjadi inovator yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai luhur NU,” pesannya.
Selebihnya, Rahmat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mendukung langkah-langkah strategis NU ke depan. Menurutnya, sinergi ini sangat penting, terutama dalam menghadapi isu-isu global seperti radikalisme, ketimpangan sosial, dan tantangan teknologi.
“NU adalah aset bangsa. Keberadaannya harus kita dukung bersama, baik oleh pemerintah, ormas lain, maupun masyarakat luas. Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir NU ini sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang NU sekaligus merancang langkah nyata untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan semangat peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-102, Dr. Rahmat Nasution Hamka berharap NU terus menjadi panutan dan inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera. (pra)
EDITOR : TOPAN



