Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Food Estate

Pelaku Usaha
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Natalia ST

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi II DPRD Kalteng Natalia, ST meminta Pemerintah Daerah dengan segera mencarikan solusi terkait keterlambatan pendistribusian pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska kepada para petani yang ada di kawasan Food estate, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).

“Pasalnya, apabila persoalan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil tanam petani para petani food estate Desa Belanti Siam tahun ini,”kata legislator yang membidangi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) ini kepada Kalteng.co, Senin (4/10/2021).

Baca Juga:  Pelaku Usaha Harus Terapkan Prokes Ketat

Selain keterlambatan pendistribusian pupuk lanjut Natalia, informasinya para petani juga tengah dihadapi permasalahan lain, yaitu mahalnya harga pupuk bersubsidi yang dijual di toko pengecer. Pupuk bersubsidi dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pemerintah menetapkan HET untuk pupuk Urea sebesar Rp112.500, namun pengecer menjualnya dengan harga Rp125.000 kepada para petani. Begitu juga NPK Phonska, HET yang ditetapkan Rp115.000, dijual dengan harga Rp135.000 untuk per-saknya,”sebut politisi perempuan dari partai Hanura Kalteng ini.

Untuk itu Natalia meminta kepada pemerintah melalui dinas/instansi terkait melakukan pengecekan sekaligus penertiban kepada para pengecer yang menjual pupuk melebihi HET. Sehingga, apabila terjadi keterlambatan pendistribusian pupuk, para petani masih bisa memanfaatkan pupuk bersubsidi yang dijual dengan harga normal.

Baca Juga:  Selamat Bertugas Brigjen Yudianto Putra Jaya