Dorong Sosialisasi Larangan Karhutla

BERLATIH: Tim Gabungan melaksanakan latihan bersama terkait pencegahan Karhutla di Kabupaten Murung Raya, Rabu (6/10).
BERLATIH: Tim Gabungan melaksanakan latihan bersama terkait pencegahan Karhutla di Kabupaten Murung Raya, Rabu (6/10).

PURUK CAHU,kalteng.co-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Murung Raya. Perilaku membakar hutan untuk mencari keuntungan jangka pendek ini harus dihentikan. “Hal terpenting dalam proses ini adalah meninggalkan kebiasaan dan perilaku tersebut serta mengembangkan paradigma baru mengenai pembangunan berkelanjutan,” ungkap Bupati Mura, Perdie M Yoseph, Kamis (7/10).

Perdie berharap peserta pelatihan bersama penanggulangan dan pencegahan Karhutla, tidak hanya menguasai pelatihannya. Tapi juga mampu menguasai kemampuan jelajah mendeteksi dini. Kira-kira terjadi kebakaran dimana yang berpotensi. “Dipetakan daerah dan desa mana saja yang rawan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya di Kota Puruk Cahu, tapi kecamatankecamatan lain yang ada di Murung Raya ini,” ujar bupati.

Baca Juga:  Percepat Listrik Masuk Desa

Karena masyarakat secara riil dilihat, lanjut bupati, sudah mulai berladang, menebang pohon dan sebagainya. “Tetap kita dorong sosialisasi untuk tidak membakar hutan serta lahan yang ada. Perlu pendekatan yang humanis jangan sampai menimbulkan maslaah sosial yang baru,” kata bupati, Kamis (7/10).

Lanjutnya, penyebab kebakaran hutan dan lahan tersebut 90 persen adalah akibat ulah manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian. Selain itu, faktor alam juga turut mendukung dalam penyebab terjadinya Karhutla tersebut, seperti kemarau panjang, dan terjadinya gejala el nino.

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Puluhan Ternak Babi Mati Mendadak di Murung Raya

Dijelaskan Perdie, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Mura merupakan kejadian yang berulang-ulang setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau. Kebakaran hutan dan gambut ini bukan hanya berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat dan tentu saja melepaskan emisi karbon. (dad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *