Banjir di Parenggean dan Kotabesi Masih Belum Surut

BANJIR: Wabup Kotim, Irawati memantau kondisi banjir yang masih merendam pemukiman warga, belum lama ini.
BANJIR: Wabup Kotim, Irawati memantau kondisi banjir yang masih merendam pemukiman warga, belum lama ini.

SAMPIT,KALTENG.CO– Pemukiman warga di dua wilayah Kecamatan Parenggean dan Kotabesi hingga kini masih terendam banjir. Genangan air dengan ketinggian muka air yang melanda beberapa desa di dua kecamatan tersebut mencapai 80 centimeter (sekitar sepinggang orang dewasa red).
Banjir yang hingga kini masih merendam kawasan pemukiman warga di Kecamatan Parenggean berada di Desa Manjalin dan Desa Bajarau. Sementara di Kecamatan Kotabesi berada di Desa Hanjalipan.
Masih terendamnya sejumlah desa di dua kecamatan itu diketahui setelah, Wakil Bupati (Wabup) Kotim, Irawati melakukan pemantauan secara langsung. “Sabtu kemarin, banjir masih terjadi di Desa Manjalin, Bajarau, Kecamatan Parenggean, Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa,” kata Irawati, Senin (20/9).

Baca Juga:  Followers Medsos Banyak, Siap-siap Jadi Incaran Rumah Produksi

Dikatakan Wabup, meski diduga kecamatan itu masih banjir, namun untuk sejumlah kecamatan di wilayah Utara kondisi air sudah mulai surut. “Kalau di wilayah Utara kondisi air sudah surut,” terangnya.
Irawati menyebutkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan banjir. Sedangkan untuk stok logistik untuk membantu warga terdampak masih tersedia.
“Kita tetap siaga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir yang membutuhkan. Saat ini logistik yang disiapkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk warga terdampak banjir masih tersedia,” tukasnya.

Adapun beber Irawati, hingga kini belum ada riwayat penyakit yang diderita warga pasca banjir. “Setiap kunjungannya ke lokasi banjir, saya selalu membawa tim medis untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga, sebagai antisipasi terjadinya penyakit akibat banjir,” ungkapnya.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Kalteng itu mengimbau, agar masyarakat yang masih wilayahnya terendam air diminta tetap tenang dan dianjurkan untuk berlindung di tempat yang lebih tinggi dari potensi bahaya banjir. Selain itu, setiap keluarga harus memiliki rencana darurat keluarga dalam mengantisipasi bahaya banjir.
Sebelumnya diketahui ada 7 Kecamatan yang dilanda banjir. Antaralain Kecamatan Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Parenggean dan Kota Besi. (sli/ans)