BeritaUtama

IAI Kalteng Lacak Visi Bung Karno untuk IKN

PALANGKA RAYA – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah diputuskan Presiden tahun 2019. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalteng mencoba berkontribusi dengan melaksanakan Serial Webinar Poros Jakarta- Palangka Raya, “Melacak Visi Bung Karno Untuk Ibukota Negara Indonesia”

Ketua IAI Kalteng, Ristia Heranidewi IAI menyampaikan Serial Webinar dilaksanakan tiga seri. Seri 1, Aspek Tata Ruang yang telah dilaksanakan Kamis (26/11/2020) malam. Seri 2 akan membahas dari aspek arsitektur, dan Seri 3 akan membahas aspek sejarah.

“Serial pertemuan daring ini betujuan untuk mengisi waktu tunggu kepindahan ibu kota yang tak menentu, dengan pencarian benang merah rancangan tata kota Jakarta dan Palangka Raya. Ini juga sebagai sebuah usaha dalam melacak Visi Bung Karno untuk Ibukota Negara Indonesia. Sekaligus juga sebagai kontribusi terhadap pembangunan IKN RI yang baru ke depannya,” kata Restia.

Di seri Webinar pertama menghadirkan dua orang narasumber. Pertama Ir Juniar Ilham PRD MT IAP Founder Forpiano Indonesia yang merupakan praktisi tata ruang. Kedua Wijanarka ST MT Dosen Arsitektur Universitas Palangka Raya.

Dalam paparannya Juniar mengatakan Presiden Soekarno menyampaikan sejumlah gagasan besar untuk membangun Indonesia. Di antaranya tentang ibukota negara. Saat itu Soekarno menunjuk tepi Sungai Kahayan sebagai awal ibu kota RI dimulai dari sini, tahun 1957.

Sedangkan wilayah Jawa dan Bali akan disiapkan sebagai lumbung pangan. Karena menurut Soekarno masa depan dunia akan bergantung pada pangan, sumber air dan minyak.

Mulailah kota-kota baru dibangun, pilot project-nya adalah Palangka Raya dan Sampit. Palangka Raya menjadi pusat pemerintahan dan pertahanan militer udara. Biak di Irian Barat jadi pertahanan militer laut. Bandung jadi pusat pertahanan militer darat. Setelah itu Jakarta juga dibangun untuk display ruang atau model kota modern, Jakarta tetap dijadikan pusat kota jasa Internasional.

“Seluruh jalan Palangka Raya dibuat lurus-lurus dan menuju satu Bundaran Besar. Bila perang dengan Inggris terjadi maka jalan-jalan itu diperlebar sampai empat belas jalur untuk pendaratan pesawat Mig21,” ujar Juniar pernah menjabat Ketua Badan Sertifikasi Profesi IAP tahun 2016-2019.

Wijanarka yang berbicara di sesi kedua mengungkapkan rencana Soekarno terhadap IKN di Palangka Raya. Penulis buku “Soekarno dan Rencana Desain Ibukota RI di Palangka Raya “ yang terbit tahun 2006, menyampaikan bahwa antara Palangka Raya dan Jakarta ada sumbu yang menghubungkan.

“Jika ditarik sumbu atau garis lurus dari tiang pancang pembangunan Kota Palangka Raya, kemudian Gedung DPRD Kalteng, Istana Isen Mulang, dan Jalan Yos Sudarso, garis lurus itu akan menuju ke Jakarta,” ujar Wijanarka. (sma/b5/ala)

Related Articles

Back to top button