Selain di Katingan, Pemprov Kalteng Juga Usulkan Kalampangan Sebagai Lokasi Sekolah Garuda, Ini Alasannya!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kunjungan kerja (Kunker) Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti-Saintek) RI, Prof. Dr. Stella Christie, ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan di Bumi Tambun Bungai.
Salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah peninjauan lokasi untuk pembangunan Sekolah Garuda, sebuah sekolah unggulan yang digadang-gadang bertaraf nasional. Rencana strategis ini berpotensi tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dua Pilihan Lokasi Strategis untuk Sekolah Garuda
Dalam kunjungannya, Wamen Stella Christie didampingi oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, untuk meninjau dua opsi lokasi yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. Lokasi pertama berada di Kasongan, Kabupaten Katingan, dan lokasi kedua di Kalampangan, Kota Palangka Raya.
Pemilihan lokasi ini tidak dilakukan sembarangan. Menurut Wagub Edy Pratowo, Wamen Dikti-Saintek menghendaki lokasi Sekolah Garuda memiliki akses yang mudah ke berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Aksesibilitas menjadi faktor krusial, terutama kedekatan dengan taman nasional, bandara, serta perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang holistik dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Di antara kemudahan akses yang dimaksudkan adalah ke tempat-tempat taman nasional dan bandara serta yang terpenting juga adalah perguruan tinggi,” ujar Wagub Edy Pratowo saat acara Silaturahmi dengan jajaran insan pers di Istana Isen Mulang, Selasa (16/9/2025).
“Makanya, selain meninjau lokasi di Kasongan, ibu Wamen juga meninjau ke rencana lokasi Sekolah Garuda yang ada di Kalampangan,”imbuhnya.
Sekolah Garuda sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Kehadiran Sekolah Garuda di Kalteng bukan hanya akan memberikan dampak positif di sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, menjelaskan bahwa karena siswa yang bersekolah di Sekolah Garuda berasal dari seluruh Indonesia, maka akan ada pergerakan ekonomi yang signifikan.
“Karena siswa yang bersekolah di Sekolah Garuda ini berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, multiplayer effect tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga perekonomian,” kata Reza.
Dampak ekonomi ini bisa berupa peningkatan aktivitas bisnis di sekitar sekolah, mulai dari penyedia jasa akomodasi, transportasi, hingga kuliner. Orang tua dan kerabat siswa yang datang berkunjung dari berbagai daerah akan membelanjakan uang mereka di Kalteng, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri telah menunjukkan komitmen penuh dengan mengajukan proposal terkait rencana pembangunan Sekolah Garuda. Meskipun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat, langkah-langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Kalteng dalam menyambut proyek strategis ini.
Dengan potensi luar biasa yang ditawarkan, pembangunan Sekolah Garuda menjadi momen bersejarah bagi Kalteng. Ini adalah kesempatan emas untuk mencetak generasi unggulan yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam memajukan daerah dan bangsa. Kita tunggu kabar baiknya! (*/tur)



