Kasus Ojol Tewas Terlindas: Netizen Serbu Instagram Brimob dengan Tagar #aparatpembunuh

KALTENG.CO-Insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025), memicu kemarahan besar di kalangan warganet.
Kemarahan ini tak hanya terbatas pada obrolan daring, tetapi juga merambat ke akun media sosial resmi Korps Brimob Polri.

Instagram Resmi Brimob Banjir Kritik dan Amarah
Akun Instagram resmi Korps Brimob Polri (@humaskorpsbrimob) menjadi sasaran utama luapan amarah netizen. Unggahan terbaru mereka, yang sejatinya tentang ucapan selamat kepada Institut Karate Do-Nasional, seketika dipenuhi puluhan ribu komentar pedas. Sampai saat ini, kolom komentar tersebut terus bertambah dengan berbagai ungkapan kekecewaan dan kemarahan.
Salah satu komentar yang paling menyorot perhatian datang dari seorang netizen yang secara langsung melabeli aparat sebagai “pembunuh.” Tagar “#aparatpembunuh” pun bermunculan, mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap tindakan yang dianggap lalai dan fatal tersebut.
“Hebat ya melindas orang. Keren kalian. Tolong pertanggungjawabannya,” tulis netizen lain, menuntut pertanggungjawaban dari pihak Brimob atas kelalaian yang menyebabkan nyawa melayang.
Kritik Pedas dan Perbandingan dengan Zionis Israel
Kritikan tidak berhenti sampai di situ. Beberapa netizen bahkan membuat perbandingan yang sangat tajam, menyamakan aksi aparat dengan militer Zionis Israel.
“Udah cocok jadi militer di Israel, pak. Nggak ada bedanya sama zionis, nggak takut masuk neraka ya pak? cuman takut jadi miskin?” tulis seorang warganet, menunjukkan betapa marahnya mereka hingga menyandingkan aparat keamanan negara dengan kelompok yang dikenal dalam konflik bersenjata.
Kritik lain juga menyoroti ironi penggunaan alat negara. Netizen mengingatkan bahwa kendaraan taktis seperti barakuda dibeli menggunakan uang rakyat. Namun, kendaraan tersebut justru digunakan untuk merenggut nyawa rakyat itu sendiri.
“Beli senjata dan sejenisnya bukan buat perang malah bunuh rakyat yang sudah jelas-jelas belinya pakai uang rakyat,” tegas seorang netizen, menyuarakan kekecewaan atas penyalahgunaan kekuasaan dan fasilitas publik.
Kronologi Singkat yang Memicu Kemarahan
Insiden tragis ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial, termasuk diunggah oleh akun @bemptma.zona3. Video tersebut memperlihatkan detik-detik mengerikan saat mobil lapis baja polisi melintas melawan arah dan menabrak seorang pengemudi ojol yang tengah tersungkur di jalan.
Menurut video tersebut, mobil rantis bergerak dari arah Pejompongan menuju Polsek Tanah Abang. Tepat di depan Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), mobil tersebut melindas sopir ojol yang saat itu terlihat hendak bangkit. Kejadian inilah yang memicu gelombang amarah dan protes dari warganet.
Insiden ini tidak hanya menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian dalam setiap operasi keamanan, tetapi juga menyoroti kekuatan media sosial sebagai platform untuk menyuarakan ketidakadilan dan menuntut pertanggungjawaban.
Bagaimana menurut Anda, apakah kemarahan netizen ini menjadi cerminan dari kegagalan institusi Polri dalam menjaga kepercayaan publik? (*/tur)



