Kolaborasi Antar Pihak Kunci Keberhasilan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Direktur PPIIG UPR, Dr. Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., berharap agar pelaksanaan Dialog Update Karbon 2025 diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpihak.
“Tujuan utama dialog ini adalah merumuskan langkah strategis mendukung keberhasilan program REDD+ dan RBP di Kalimantan Tengah,” ucap Hendrik, saat menyampaikan sambutannya, belum ini.
Menurutnya, Lahan gambut sangat rentan terhadap kerusakan, sehingga pelestarian dan restorasinya menjadi prioritas untuk mencegah emisi gas rumah kaca dan melindungi keanekaragaman hayati.
“Tentunya pengelolaan hutan dan lahan gambut yang berkelanjutan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat adat, memainkan peran penting sebagai benteng hijau dalam menghadapi perubahan iklim,” ujannya.
Disisi lain, pimpinan WWF-ID Kalimantan Tengah, Okta Simon, menegaskan potensi besar Kalimantan Tengah dalam pengelolaan karbon, baik melalui hutan, lahan gambut, maupun sektor lainnya.
“Dengan komitmen bersama, kita dapat berkontribusi signifikan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sehingga Dialog ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pelestarian lahan gambut,” pungkasnya.(Ina)
EDITOR: TOPAN




