Meraup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiap Bulan

BELUM PANEN : Zidan M Nuryadin Gofur saat menunjukan jamur tiram yang dibudidayakannya, Rabu (7/4/2021).

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Budi­daya jamur tiram ternyata cuk­up menjanjikan. Asalkan saja mau bertekun, keberhasilan pasti di raih. Seperti yang di alami M Nuryadin Gofur, ia bisa meraup puluhan juta tiap bulannya.

M Nuryadin mengenal jamur tiram sejak Tahun 2013. Saat itu ia masih mengikuti kuliah di Uni­versitas Palangka Raya. Saat itu ia di ajarkan untuk membudidayakan jamur tiram. Namun ia benar-benar fokus memasarkannya pada Tahun 2016 dengan modal awal Rp20 juta.

“Sekitar dua tahun berjalan saya mendapatkan bantuan hibah dari Kementerian Pertanian sebesar Rp30 juta, dari uang bantuan tadi saya bisa mengembangkan usaha jamur tiram lagi dengan membuat kumbun untuk kapasitas yang lebih besar lagi,” jelasnya kepada Kalteng Pos.

Baca Juga:  Cabai dan Tembakau Memicu Inflasi pada Dua Kota

“Omzet penjualan jamur tiram awal awalnya berkisar hanya Rp5 juta kemudian untuk Tahun 2020 sudah mencapai omzet per bu­lan sekitar Rp15 sampai Rp20 juta perbulan. Di Tahun 2021 sempat naik drastis, namun di dua bulan terakhir sedikit ada penurunan mungkin efek dari pandemi juga,” ungkapnya.

Sementara untuk pemasaran­nya, awalnya ia hanya menjual kepada yang ia kenal. Berjalan waktu jamurnya mulai d ikenal oleh beberapa orang lain, hingga akhirnya ia memiliki pelanggan pe­langgan tetap seperti pedagang di Pasar Kahayan.

Baca Juga:  Frekuensi Penerbangan Meningkat, Jumlah Penumpang Menurun

“Selain itu saya juga menjualnya ke pasar dadakan dan menjual jamurnya secara online,” ucapnya.

Selain itu, M Nuryadin juga menjual bibit jamur kepada mas­yarakat yang ingin memulai usaha jamur tiram. Meskipun usaha jamurnya sudah terbilang cukup sukses.

ia tetap berharap agar pemerintah memiliki perhatian khusus terhadap petani jamur, tidak hanya fokus terhadap petani lapangan. Sebab dari segi potensi­al, jika jamur juga di kembangkan maka bisa menyerap banyak tenaga kerja.

“Kami juga meminta perhatian terutama Dinas Pertanian to­long di suplai peralatan peralatan, supaya petani jamur di Palangka Raya lebih percaya diri,” tandasnya (yan/aza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *