Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Palangka Raya Jalani Catur Brata Penyepian

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943, Minggu (14/3/2021) Umat Hindu mulai melaksanakan Catur Brata penyepian. Pembatasan diri dari segala aktivitas duniawi ini dilaksanakan sejak pukul 06.00 (pagi) waktu setempat hingga keesokan harinya diwaktu yang sama, atau lebih tepatnya dilaksanakan selama 24 jam.
Selama melaksanakan Catur Brata penyepian, Umat Hindu harus sebisa mungkin menahan diri tidak melanggar pantangan. Seperti Amati Karya (tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Selain empat larangan dimaksud, Umat Hindu yang melaksanakan Catur Brata penyepian juga diwajibkan melaksanakan puasa, tidak makan dan minum selama 24 jam. Dengan tujuan Tuhan Yang Maha Esa (YME) dapat menyucikan Alam Manusia (Bhuana Alit) serta Alam Semesta (Bhuana Agung).
Setelah selesai melaksanakan Catur Brata penyepian, Umat Hindu memasuki prosesi akhir yang disebut dengan Ngembak Geni. Hal tersebut menandakan berakhirnya perayaan hari Raya Nyepi. Dimana semua umat diperbolehkan kembali beraktivitas seperti semula/biasanya.



