Ekonomi Bisnis

Provinsi Kalimantan Tengah Mengalami Inflasi 0,12 Persen

PALANGKA RAYA, kalteng.co Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi 0,12 persen selama April 2021, atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,65 pada Maret 2021 menjadi 105,84 pada April 2021.

Indeks harga konsumen di level pedagang eceran tersebut dikompilasi berdasarkan gabungan dua kota rujukan yakni Palangka Raya dan Sampit.

“Inflasi ini dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan 7,83 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,26 persen. Serta kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 0,26 persen,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Eko Marsoro, Senin (3/5/2021).  

Menurut Eko, dampak kebijakan harga dan fluktuasi harga di pasar eceran selama April 2021, komponen energi relatif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sebagian besar perubahan tingkat harga kebutuhan bahan pokok, baik di Palangka Raya maupun di Sampit.

“Hal ini terlihat dari rendahnya indeks harga komponen energi di Palangka Raya 96,70 dan Sampit 97,89,” ucapnya.

Berita Terkait……Cabai dan Tembakau Memicu Inflasi pada Dua Kota

Sementara itu, jelas Eko, komponen bahan makanan mendominasi andil terhadap penurunan nilai indeks harga, baik di Palangka Raya 0,14 persen maupun Sampit 0,10 persen.

Komponen bahan makanan selaras mengalami deflasi di kedua kota. Namun, kondisi berbeda dialami oleh komponen energi yaitu terjadi stagnansi di kedua kota, baik Palangka Raya maupun Sampit.

Kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau masih mendominasi perkembangan indeks harga baik di Palangka Raya maupun Sampit. Namun, komoditas tarif rumah sakit memberikan andil yang sangat besar pada peningkatan indeks harga di Sampit.

“Penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, daging sapi, dan kol putih/kubis menjadi instrumen reduktif terhadap kenaikan indeks harga secara umum di kedua kota. Tarif angkutan udara juga masih berpengaruh signifikan terhadap perubahan indeks harga di kedua kota, tetapi dengan kondisi yang berbeda arah,” terangnya.

Eko menambahkan, selama April 2021 di Palangka Raya terjadi deflasi 0,06 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 105,76 pada Maret 2021 menjadi 105,70 pada April 2021.

Deflasi ini terjadi karena penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,38 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,25 persen, serta kelompok transportasi 0,17 persen.

Berbeda dengan Palangka Raya, tambah Eko, inflasi terjadi di Sampit yakni sebesar 0,44 persen selama April 2021 atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,62 pada Maret 2021 menjadi 106,09 pada April 2021.

“Terjadinya inflasi dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok kesehatan 22,08 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 0,79 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,25,” tandasnya. (aza)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button