Gunakan Ritual Adat Cari Dua ABK Tenggelam

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Gunakan ritual adat mencari dua ABK tenggelam. Empat hari telah berlalu, namun proses pencarian hingga kini belum membuahkan hasil.
Petugas gabungan masih terus melakukan penyisiran pasca dinyatakan tenggelamnya kelotok yang mengangkut ABK TugBoat Blue Whale XXVII di Sungai Kahayan, Sabtu (18/12/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.
Diketahui sebelumnya, dua ABK bernama Selamet Hariyadi (26) dan Daffa Kholisa (20) mengalami insiden karamnya perahu bersama dua rekan lainnya dan satu motoris. Beruntung nyawa dua rekannya dan satu motoris masih bisa selamat.
Tidak menemukan titik terang mengenai tenggelamnya dua ABK tersebut, Tim Gabungan yang dibentuk untuk melakukan pencarian itu mencoba menggunakan alternatif lain berupa ritual adat.
Kepala Wilayah Kerja Bukit Pinang KSOP Kelas IV Pulang Pisau, Wiwin Iryani Hasanudin mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan ritual adat dengan harapan dua korban dapat segera diketemukan.
“Dari pukul 16.30 sampai pukul 20.00 kita sudah melakukan penyisiran setelah melakukan ritual, tapi belum membuahkan hasil juga,” katanya dibincangi di Posko pencarian korban tenggelam tersebut.
Lanjutnya, pada hari ini setelah waktu magrib, pihaknya berencana akan melakukan ritual lagi. Percaya tidak percaya bukannya bermaksud mendahului, tapi kisemua tahu juga bahwa tanah Borneo ini masih ada adat istiadatnya kental dan masing-masing daerah juga ada.
“Ritual dari saya yang minta, karena berdasarkan pengalaman saya di Kabupaten Pulang Pisau dan itu memang benar dapat korban tenggelam setelah dilakukan ritual,” urainya.
Menurutnya, pihaknya masih akan tetap melakukan penyisiran yang ada di tiga titik spot yang diduga menjadi lokasi hilangnya dua ABK tersebut. Pihaknya juga telah memperluas jangkauan penelusaran lagi.
“Jadi pos yang ketiga di Bukit Pinang itu kami lebih memperluas sampai ke Bereng Bengkel sana. Sampai sekarang belum ada informasi atau tanda-tanda ditemukan dua ABK tersebut,” cecarnya. (oiq)



