BeritaNASIONALUtama

Prabowo Tegas: Ormas Jangan Palak Investor! Pemerintah Buka Ruang Sinergi, Bukan Premanisme

KALTENG.CO-Keluhan sejumlah investor terkait keberadaan organisasi masyarakat (ormas) yang kerap meminta dana secara paksa akhirnya sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Menanggapi hal tersebut,

Presiden Prabowo memberikan peringatan tegas kepada seluruh ormas untuk bertindak tertib dan tidak mengganggu iklim investasi di Indonesia.  

“Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan masalah ormas, yang tertib, yang kemudian tidak mengganggu, apalagi memalak,” ungkap Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin malam (6/5/2025).

Pemerintah Buka Ruang Sinergi, Bukan Pembiaran Premanisme

Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat untuk berorganisasi. Bahkan, pemerintah membuka peluang bagi ormas untuk bekerja sama dan bersinergi dalam mendorong pembangunan nasional.

“Misalnya ada ormas silakan bersinergi dengan pemerintah, memberikan masukan, dan mendorong pembangunan pemerintah itu sendiri,” jelas Dudung.

Namun, Dudung menekankan bahwa sinergi tersebut harus berjalan dalam koridor yang jelas dan tidak melanggar hukum. “Presiden sudah menekankan seperti itu,” tegasnya, mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan premanisme yang mengganggu ketertiban umum dan iklim investasi.

Tepis Isu TNI Takut Ormas: Negara Tidak Akan Kalah dengan Premanisme

Menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan ketakutan TNI terhadap ormas, Dudung Abdurachman membantah dengan tegas.  

“Ah nggak ada itu, nggak ada istilah TNI takut sama ormas, tidak ada itu istilah itu,” tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa negara tidak akan kalah dengan tindakan premanisme dan siap mengambil tindakan tegas terhadap ormas yang melanggar hukum.

Keluhan Pengusaha: Premanisme Hambat Investasi di Indonesia

Peringatan Presiden Prabowo ini merupakan respons atas keluhan yang disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani. Shinta mengungkapkan bahwa aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum ormas telah mengganggu iklim investasi di Indonesia dan membuat investor enggan menanamkan modal.  

Keluhan ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat investasi merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

Peringatan Presiden Prabowo diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi para investor, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia.  (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button