Rana Muthia Oktari Dorong Pemko Palangka Raya Perluas Ruang Ekspresi Seni Budaya Lokal

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyampaikan apresiasi atas meningkatnya kegiatan seni budaya di kota setempat.
Sejumlah pentas seni seperti pertunjukan tari tradisional, musik etnik, teater daerah, dan pameran seni rupa telah beberapa kali digelar di ruang publik. Namun, ia menilai dukungan pemerintah masih perlu diperluas agar pelestarian seni budaya lokal Kalimantan Tengah dapat berjalan lebih berkelanjutan dan terstruktur.
“Kita patut mengapresiasi semangat para seniman lokal yang terus berkarya. Beberapa kegiatan seni sudah terlaksana dan menarik perhatian publik. Tapi ke depan, perlu ada penguatan program dari sisi pembinaan dan keberlanjutan, agar ekspresi seni budaya lokal tidak hanya bersifat seremonial, tapi menjadi bagian rutin dari kehidupan kota,” ujar Rana saat ditemui Minggu (11/5/2025).
Ia menekankan pentingnya memberi ruang yang lebih luas bagi para penggiat seni tradisi, seperti penari Dayak, pemain musik sape, pemahat motif ukiran khas Kalteng, serta pelaku teater yang membawakan cerita rakyat lokal.
Menurut Rana, seni budaya lokal adalah warisan tak ternilai yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda. Ia mengingatkan bahwa jika tidak dirawat secara aktif, kekayaan budaya tersebut berpotensi tergerus oleh dominasi budaya populer dan komersial.
“Kita punya kekayaan seni budaya yang sangat khas, seperti tarian Manasai, musik karungut, hingga cerita rakyat yang bisa dikemas dalam bentuk pertunjukan. Pemerintah perlu menjadikan ini prioritas pembangunan identitas kota,” jelasnya.
Politisi dari fraksi Partai NasDem ini juga mendorong agar taman kota, pelataran gedung pemerintahan, bahkan halaman sekolah, dapat dimanfaatkan sebagai panggung tetap bagi seniman. Ia menilai kegiatan budaya tidak harus menunggu momentum besar seperti hari jadi kota, tetapi bisa dirancang sebagai agenda bulanan atau mingguan.
Ia menyebut, pentingnya sinergi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dewan Kesenian Daerah, serta komunitas seni yang ada di kelurahan-kelurahan.
“Dukungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti kemudahan perizinan, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan anggaran yang memadai. Jangan sampai seniman kesulitan hanya karena terbatasnya akses,” tegasnya.
Di DPRD, Komisi III yang membidangi kesejahteraan masyarakat dan kebudayaan berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pelaku seni budaya lokal.
“Kami ingin Palangka Raya dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan budayanya yang hidup dan membumi,” pungkasnya.
Dengan perhatian yang konsisten terhadap seni budaya lokal, Rana berharap Palangka Raya dapat menjadi pusat kebudayaan yang membanggakan di Kalimantan Tengah dan nasional. (pra)
EDITOR : TOPAN



