Netralitas PBB Dipertanyakan! UNFCCC Dikecam karena Sensor Solidaritas Palestina

KALTENG.CO-Organisasi masyarakat sipil (OMS) yang berpartisipasi dalam negosiasi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam apa yang mereka sebut sebagai sensor yang berkelanjutan dan sewenang-wenang oleh Sekretariat UNFCCC (Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim) terhadap ekspresi solidaritas dengan Palestina.
Melalui siaran pers yang beredar di jejaring WhatsApp disebutkan Insiden terbaru terjadi pada Jumat (20/6/2025) di mana CAN International mendistribusikan edisi khusus buletin ECO di lokasi Bonn, menyoroti tuntutan Sekretariat UNFCCC untuk menghapus frasa “End the Siege” (Akhiri Pengepungan) dari aksi damai masyarakat sipil yang direncanakan untuk menyoroti bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Tuntutan ini muncul meskipun aksi serupa yang menggunakan frasa “End the Siege” telah diizinkan dan berjalan pada hari Senin sebelumnya di depan lokasi Bonn. Buletin ECO juga merinci sejarah dua tahun terakhir perjuangan di mana “Sekretariat UNFCCC secara sistematis menyensor dan menekan advokasi untuk Palestina, bahkan ketika genosida sedang berlangsung.”
“Pengepungan” Gaza: Pengakuan dari Berbagai Lembaga PBB
Situasi di Gaza telah digambarkan sebagai “pengepungan” oleh serangkaian pemimpin, lembaga, dan badan hak asasi manusia internasional PBB, termasuk:
- Sekretaris Jenderal PBB António Guterres
- Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat)
- Volker Türk, Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia
- Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan
- Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Palestina
- Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO
Namun, dalam email yang dikirim oleh UNFCCC kepada CAN International, disebutkan bahwa: “frasa ‘end the siege’ tidak dapat diizinkan untuk digunakan pada spanduk atau teks penyerta apa pun.”
Kecaman Keras dari Masyarakat Sipil: “Kegagalan Moral dan Politik yang Serius”
Kelompok masyarakat sipil menggambarkan tuntutan ini tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga kegagalan moral dan politik yang serius. Mengingat sensor yang eksplisit ini, kelompok masyarakat sipil telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu menangguhkan semua aplikasi di masa mendatang untuk aksi solidaritas Palestina dalam kerangka UNFCCC.



