Benarkah Kopi Merusak Mata? Menjelajahi Korelasi Kopi Instan dan Risiko Degenerasi Makula

KALTENG.CO-Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian. Namun, ada kabar yang cukup mengejutkan bagi para penggemar minuman berkafein ini.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi kopi, khususnya jenis instan, dengan peningkatan risiko kerusakan penglihatan yang serius: Age-related Macular Degeneration (AMD) atau Degenerasi Makula Terkait Usia.

Dilansir dari timesofindia, sebuah studi terkini dari Universitas Kedokteran di Hubei, Tiongkok, menyoroti potensi hubungan ini. Penelitian tersebut secara spesifik menemukan adanya korelasi antara asupan kopi instan dengan peningkatan risiko AMD jenis kering.
Mengungkap Korelasi Genetik: Hasil Penelitian yang Cukup Kuat
Para peneliti dalam studi ini menggunakan data ekstensif dari UK Biobank, sebuah sumber daya yang kaya akan informasi kesehatan dan genetik dari populasi yang besar. Data yang dianalisis mencakup rincian konsumsi kopi, mulai dari total asupan hingga jenis kopi yang diminum—apakah instan, bubuk, atau tanpa kafein.
Dengan data genetik dari lebih dari 500.000 orang, para ilmuwan secara statistik menemukan hubungan yang signifikan antara asupan kopi instan dan risiko AMD kering. Siwei Liu, seorang penulis korespondensi dari Departemen Oftalmologi di Rumah Sakit Shiyan Taihe, Universitas Kedokteran Hubei, menegaskan bahwa penelitian mereka memang menemukan korelasi genetik antara konsumsi kopi instan dan AMD kering.
Tim peneliti menemukan “tumpang tindih yang signifikan” antara kecenderungan genetik terhadap asupan kopi instan dan risiko AMD kering dari data kesehatan, termasuk diagnosis AMD. Ini mengindikasikan adanya sinyal DNA yang sama antara kedua sifat tersebut di seluruh genom manusia. Dengan kata lain, ada kemungkinan bahwa gen yang membuat seseorang cenderung mengonsumsi kopi instan juga meningkatkan risiko mereka terkena AMD kering.
Imbauan Penting: Beralih dari Kopi Instan?
Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan dari Universitas Kedokteran Hubei menyarankan orang-orang yang berisiko terkena AMD kering untuk lebih berhati-hati. Mereka menghimbau untuk menghindari minuman instan, termasuk kopi instan, dan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke kopi bubuk demi melindungi penglihatan.
Studi epidemiologi yang diterbitkan dalam Food Science and Nutrition ini juga menyebutkan bahwa AMD diperkirakan akan memengaruhi hampir 200 juta orang di seluruh dunia, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat hingga 290 juta pada tahun 2040. Angka ini menegaskan urgensi pemahaman dan pencegahan kondisi mata ini.
Memahami AMD: Penyakit Degeneratif Penglihatan Sentral
Jadi, apa sebenarnya Age-related Macular Degeneration (AMD)? AMD adalah kondisi mata kronis yang secara bertahap merusak makula, yaitu bagian tengah retina. Makula sangat penting untuk penglihatan sentral yang tajam, yang kita gunakan untuk aktivitas detail seperti membaca, mengenali wajah, atau mengemudi.
Jika makula rusak, penglihatan sentral seseorang akan hilang secara bertahap. Meskipun kebutaan total jarang terjadi, AMD dapat membuat aktivitas sehari-hari yang sederhana menjadi sangat sulit. Penyakit degeneratif ini umumnya mulai menyerang orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas atau mereka yang memiliki riwayat keluarga AMD. Gejala awalnya mungkin tidak spesifik, hanya penglihatan yang menjadi kabur atau bermasalah, namun AMD adalah penyebab utama hilangnya penglihatan pada lansia.
Ada dua jenis AMD:
- AMD Kering: Ini adalah jenis yang paling umum, dan menjadi fokus penelitian ini. AMD kering disebabkan oleh penipisan makula dan pembentukan endapan kuning kecil yang disebut drusen di bawah retina. Para peneliti menduga bahwa produk sampingan, aditif, atau bahan kimia seperti akrilamida, lipid teroksidasi, atau senyawa lain yang ditemukan dalam kopi instan mungkin memicu jenis AMD ini.
- AMD Basah: Ini adalah jenis yang lebih parah, di mana pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina dan membocorkan cairan atau darah, menyebabkan kerusakan makula yang lebih cepat.
Kesimpulannya, bagi Anda yang memiliki tahap awal AMD atau memiliki kecenderungan genetik terhadap AMD, mempertimbangkan untuk beralih dari kopi instan ke biji kopi bubuk bisa menjadi langkah yang bijak untuk menjaga kesehatan penglihatan Anda.
Bagaimana pendapat Anda tentang temuan penelitian ini? Apakah Anda akan mengubah kebiasaan minum kopi Anda? (*/tur)



