BeritaEKSEKUTIFPEMKO PALANGKA RAYA

Waspada Kemarau Panjang, BPBD Palangka Raya Imbau Warga Tidak Membakar Lahan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang di perkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang, Pemerintah Kota Palangka Raya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi menegaskan, peran masyarakat sangat krusial dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara di bakar.

“Karhutla memiliki dampak yang sangat besar, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya, Kamis (2/4/2026). Menurut Budi, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini di prediksi lebih kering di bandingkan tahun sebelumnya, bahkan berpotensi terjadi periode tanpa hujan dalam waktu cukup lama.

Kondisi tersebut di nilai akan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini di kenal rawan karhutla. “Masyarakat harus lebih waspada. Jangan sampai aktivitas pembukaan lahan dengan cara di bakar justru memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit di kendalikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun saat ini masih berada dalam periode musim hujan, BPBD mencatat telah terjadi puluhan kejadian kebakaran di Kota Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa potensi karhutla tetap ada dan perlu di antisipasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Selain itu, BPBD juga terus menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya. (bam)

Related Articles

Back to top button