BeritaKALTENGMETROPOLISPEMKAB KOTAWARINGIN BARAT

Suasana Haru Pemakaman Birutė Mary Galdikas “Sang Ibu Orangutan”: Berwasiat Dimakamkan Dekat Kawasan Tanjung Puting

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman Birutė Mary Galdikas, tokoh konservasi kelas dunia sekaligus pendiri Orangutan Foundation International (OFI), yang berlangsung di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Rabu (13/4/2026).
‎‎‎Suasana haru terasa sejak awal prosesi yang digelar di rumah duka di Jalan Topar. Sekitar 300 pelayat dari berbagai kalangan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, hingga masyarakat setempat.

‎‎Sejumlah pejabat turut tampak dalam prosesi tersebut, di antaranya Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta unsur TNI-Polri.

Gambar Kiri Gambar Kanan

‎‎Dalam sambutan keluarga, almarhumah dikenang sebagai sosok yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk alam, khususnya bagi kelestarian orangutan. Dedikasi panjangnya disebut telah membuka mata dunia akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

‎‎“Beliau bukan hanya pejuang lingkungan, tetapi juga sosok ibu yang penuh kasih. Nilai hidupnya yang tulus dan lurus akan terus kami warisi,” ungkap perwakilan keluarga dengan penuh haru.

‎‎Selama lebih dari lima dekade, sejak memulai penelitian pada 1971, Birutė Mary Galdikas dikenal konsisten memperjuangkan pelestarian orangutan, terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi salah satu pusat rehabilitasi dan konservasi orangutan terpenting di dunia.

‎‎Wakil Bupati Kotawaringin Barat dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengapresiasi pengabdian almarhumah terhadap lingkungan.

‎‎“Perjuangan beliau merupakan bentuk pengabdian luar biasa. Kami mengajak semua pihak untuk melanjutkan upaya menjaga habitat orangutan demi masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

‎‎Hal serupa juga disampaikan perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Almarhumah dinilai sebagai ilmuwan sekaligus pejuang lingkungan yang memiliki kecintaan mendalam terhadap alam Kalimantan.

‎‎Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Kepergian Birutė Mary Galdikas tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan inspirasi besar bagi dunia.

‎Semangat dan dedikasinya diyakini akan terus hidup—di rimbunnya hutan Kalimantan, dalam setiap upaya penyelamatan orangutan, serta pada generasi yang terus berjuang menjaga kelestarian alam Borneo. (pra)

 

Related Articles

Back to top button