Pemko Palangka Raya Perkuat Proklim, Libatkan Warga Hadapi Dampak Perubahan Iklim

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) hingga ke tingkat kelurahan sebagai langkah konkret menghadapi dampak perubahan iklim.
Upaya tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, saat kegiatan sosialisasi Proklim di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan, perubahan iklim bukan lagi isu global semata, namun sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Dampaknya terlihat dari perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, hingga meningkatnya potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satunya melalui Program Kampung Iklim yang difokuskan pada peningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi di tingkat lokal.
“Proklim menjadi wadah bagi masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan hingga pencegahan kebakaran lahan,” jelas Untung.
Ia mengungkapkan, hingga tahun 2025, Kota Palangka Raya telah memiliki 29 lokasi Proklim dengan berbagai kategori, mulai dari pratama, madya hingga utama.
“Bahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah dua kali meraih penghargaan sebagai pembina Proklim pada tahun 2022 dan 2024,” ungkapnya.
Meski demikian, Untung menegaskan bahwa penguatan program masih terus dilakukan, baik dari sisi jumlah lokasi maupun peningkatan kualitasnya.
“Kami tidak hanya menambah lokasi, tetapi juga mendorong peningkatan kategori agar bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan aktif terlibat dalam kegiatan Proklim di wilayah masing-masing.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan, kami optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya.(oiq)



