BeritaHukum Dan Kriminal

BBM Diawasi Ketat! Polisi Siaga Cegah Penimbunan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna mencegah penimbunan dan penyalahgunaan di wilayahnya. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran terkait distribusi yang tidak tepat sasaran.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat, mengatakan pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pertamina, Disperindag Provinsi Kalteng hingga SKK Migas.

“Kami bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan agar distribusi BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujarnya, Selasa.

Ia menjelaskan, langkah ini merupakan upaya preventif untuk menekan potensi pelanggaran di sektor minyak dan gas yang bisa merugikan masyarakat luas.

Selain itu, aparat juga meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah titik distribusi, termasuk SPBU, guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun pembelian dalam jumlah tidak wajar.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung pengawasan di lapangan. Masyarakat diminta tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran.

“Masyarakat yang mengetahui dugaan penyalahgunaan BBM bisa segera melapor melalui call center 110 yang bebas pulsa,” tegasnya.

Meski hingga saat ini belum ditemukan laporan signifikan terkait penyalahgunaan BBM, pihak kepolisian tetap siaga dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan informasi.

Di sisi lain, penerapan sistem barcode atau QR Code bagi kendaraan yang membeli BBM subsidi juga menjadi bagian dari pengawasan. Sistem ini dinilai efektif untuk mengontrol distribusi agar lebih tepat sasaran.

“Setiap kendaraan wajib menggunakan barcode saat membeli BBM subsidi. Ini untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan,” jelasnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan dan membuka celah penimbunan.

“Peran media juga kami harapkan untuk ikut mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button