Lansia 79 Tahun Hilang di Hutan Bukit Batu Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Seorang lansia bernama Endang Suarman (79) dilaporkan hilang di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Selasa (5/5/2026) kemarin. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian intensif di lokasi yang diduga menjadi jalur terakhir korban.
Korban diketahui pamit kepada keluarga untuk mencari kayu sejak pagi. Namun, hingga sore hari korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat untuk dilakukan upaya pencarian.
Kabag Ops Emergency Response Palangka Raya (ERP), Yustinus Exaudi mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan orang hilang tersebut dengan melakukan koordinasi bersama sejumlah unsur terkait. “Kami menerima informasi dari keluarga korban dan aparat setempat, kemudian langsung melakukan koordinasi dengan tim gabungan untuk mempercepat proses pencarian di lapangan,” ujar Yustinus, Rabu (6/5/2026).
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya KPP (Basarnas) Palangka Raya, Polsek dan Koramil Bukit Batu, BPBD Kota Palangka Raya, Damkar Dishut Provinsi Kalimantan Tengah, serta masyarakat sekitar yang turut membantu penyisiran area hutan.
Menurut Yustinus, medan pencarian yang cukup sulit menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian korban, terlebih dengan kondisi hutan yang lebat dan minim penerangan saat malam hari. “Faktor usia korban yang sudah lanjut serta kondisi medan hutan menjadi perhatian serius kami. Tim harus ekstra hati-hati dalam melakukan penyisiran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pencarian difokuskan pada titik-titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban saat mencari kayu, berdasarkan informasi dari keluarga dan warga setempat. “Kami memetakan area pencarian berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, agar proses penyisiran lebih efektif dan terarah,” tambah Yustinus.
Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan dan tim gabungan terus melanjutkan operasi pencarian. Di hari kejadian korban dilaporkan, pihaknya hanya dapat mencari hingga pukul 23.00 WIB disebabkan cuaca hujan. “Kami akan terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat tetap siaga di lapangan,” tegasnya.(oiq)



