Rekrut Tenaga Ahli dari Kalangan Mahasiswa, Pemprov Kalteng Siapkan Pengawal Program Kartu Huma Betang

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan rencana pembentukan tenaga ahli atau staf khusus dari kalangan mahasiswa dan pemuda guna membantu mengawal berbagai kebijakan strategis Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, khususnya program unggulan Kartu Huma Betang. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan pihaknya telah melaporkan sejumlah skema rekrutmen kepada gubernur, baik melalui sistem penunjukan maupun seleksi terbuka.
“Baik kemarin kita sudah laporkan kepada bapak gubernur jadi ada beberapa skema yang kita tawarkan kepada beliau apakah menunjuk langsung atau seperti apa dan kita sudah siapkan juga mekanisme seleksinya dan alhamdulillah beliau setuju mudah-mudahan tidak ada perubahan,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Reza, nantinya para staf khusus akan dibagi berdasarkan sektor strategis agar dapat bekerja lebih optimal. Meski memiliki tugas komplementer di masing-masing bidang, fokus utama mereka tetap mengawal implementasi program prioritas pemerintah daerah, terutama Kartu Huma Betang.
“Stafsus itu nanti dibagi per sektor. Jadi ada yang menangani sektor pertanian, ada yang menangani sektor ekonomi, ada yang menangani sektor pendidikan, tapi itu tugas komplementernya. Tugas utamanya adalah mengawal kebijakan bapak gubernur khususnya Kartu Huma Betang,” jelasnya.
Ia menuturkan, Kartu Huma Betang merupakan program strategis yang mencakup berbagai layanan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga bantuan pangan. Karena itu, pemerintah memerlukan tim yang mampu memastikan seluruh program berjalan maksimal di lapangan.
“Karena Kartu Huma Betang itu selain janji politiknya bapak gubernur, Kartu Huma Betang itu juga banyak sekali program-program strategis, ada kesehatan di situ, ada pendidikan di situ, ada bantuan pangan di situ dan lengkaplah pokoknya,” katanya. Berdasarkan hasil pertemuan gubernur bersama mahasiswa, organisasi Cipayung, BEM dan HIMA se-Kalimantan Tengah, sementara direncanakan sebanyak 17 tenaga ahli akan direkrut.
“Seperti arahan pertama dengan hasil pertemuan antara bapak gubernur dan para mahasiswa, rekan-rekan Cipayung, BEM, HIMA se-Kalimantan Tengah itu kemarin 17 tenaga ahli,” ungkapnya. Reza menambahkan, para tenaga ahli tersebut nantinya akan dibagi ke dalam tujuh hingga delapan sektor strategis, dengan masing-masing sektor diisi satu hingga dua orang sesuai kebutuhan.
Ia memastikan proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme seleksi. Sekretariat pendaftaran nantinya dipusatkan di Dinas Pendidikan Kalteng. “Nanti ada seleksi, nanti kita umumkan. Terus kemudian nanti sekretariatnya di Dinas Pendidikan. Seluruh mahasiswa silakan mendaftarkan diri dan kita juga buka peluang untuk menerima rekomendasi misalnya dari HMI, GMNI, HIMA maupun Presma BEM,” jelasnya.
Selain mahasiswa aktif, peluang juga dibuka bagi lulusan S1 untuk mengisi kebutuhan tertentu. Namun demikian, mahasiswa tetap menjadi prioritas utama dalam proses seleksi. “Kemarin terakhir dengan bapak gubernur memang itu mahasiswa tapi memang mungkin ada beberapa persen yang mungkin kita ambil karena memang lulusan S1 sehingga harapannya dia punya analisa yang sudah matang,” katanya.
Untuk batas usia, sementara diarahkan bagi usia produktif dengan maksimal di bawah 35 tahun.
Sementara terkait status kerja dan skema honorarium, Reza menyebut hal tersebut masih dibahas lebih lanjut oleh pemerintah daerah. Bahkan, menurutnya ada sejumlah mahasiswa yang siap bergabung secara sukarela sebagai relawan.
“Itu urusan kami nanti memikirkan. Tapi saya kemarin berbicara dengan teman-teman Cipayung mereka minta ada yang mau tidak digaji juga. Memang benar-benar mau jadi volunter,” tuturnya. Rencananya, proses pendaftaran akan mulai dibuka pada awal Juni 2026 dan hasil seleksi ditargetkan sudah diumumkan pada pertengahan Juni mendatang. “Insyaallah mungkin di bulan Juni, awal Juni kita akan buka, pertengahan Juni sudah hasil. Dua minggu lah seleksi,” pungkasnya. (bam)



