Lebih Dikenal Sebagai Penulis: Bersama Afgan dan Mikha Angelo, Dee Lestari Hidupkan Lagi Talenta Bermusik

KALTENG.CO-Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama Dee Lestari sangat lekat dengan dunia literasi lewat karya-karya legendarisnya seperti seri Supernova dan Perahu Kertas.
Namun, jauh sebelum dikenal sebagai penulis papan atas, pemilik nama lengkap Dewi Lestari ini sebenarnya memulai langkahnya di dunia hiburan sebagai seorang penyanyi.
Baru-baru ini, alumnus Universitas Parahyangan tersebut membagikan kisah menyentuh di balik keputusannya untuk kembali terjun ke dunia tarik suara. Dee mengaku sempat menerima protes dari mendiang suaminya, Reza Gunawan, semasa hidupnya karena dinilai terlalu menganakemaskan karier menulisnya.
“Saat almarhum masih ada, dia bilang, ‘Menyanyi itu jati diri kamu juga. Kayaknya selama ini kamu agak berat sebelah memperlakukan karier menulis dan karier bermusik’,” ungkap Dee Lestari saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
Keraguan di Tengah Perubahan Industri Musik
Dee Lestari tidak menampik bahwa fokusnya di dunia musik sempat meredup. Sejak memulai karier solonya, ia baru menelurkan dua album studio, yakni Out of Shell (2006) dan Rectoverso (2008).
Meski keinginan untuk kembali bernyanyi sudah lama terpendam, Dee sempat didera rasa ragu dan takut mengingat industri musik saat ini sudah jauh berubah dibanding masa lalunya.
“Aku selalu ada keraguan mau nyemplung tapi kayak nggak tahu mau ngapain. Tapi keinginan itu sudah ada,” jelas mantan personel trio vokal RSD ini.
Langkah berani Dee akhirnya mantap setelah ia bertemu dengan lingkaran pertemanan dan profesional yang sangat suportif. Dukungan tersebut menjadi bahan bakar utama bagi Dee untuk meluncurkan album studio ketiganya yang bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta.
Mengenal Album ‘(Jangan) Jatuh Cinta’: Sarat Kolaborasi dan Bernuansa Klasik
Sebagai musisi yang tumbuh di era fisik, Dee Lestari sengaja memilih format album penuh alih-alih merilis singel digital secara berkala. “Kenapa album? Karena saya orang lama jadi mikirnya merilis album,” tuturnya sambil tersenyum.
Album (Jangan) Jatuh Cinta merangkum 8 trek lagu yang dikemas secara apik melalui kolaborasi dengan deretan musisi berbakat tanah air:
(Jangan) Jatuh Cinta – Digarap bersama Rendy Pandugo untuk urusan aransemen dan diperkuat oleh backing vocal dari Teddy Adhitya.
Kabarku – Berkolaborasi dengan kolektif Fellow Amateurs yang digawangi oleh Mikha Angelo, Yosua Gian, Geddi Jaddi Membummi, dan Nathania S. Alexandra.
Cuma Satu Nama – Sebuah lagu duet emosional bersama Afgan.
Patah Hati
Hujan Bulan Juni
Jadi Udara
Perahu Kertas
Bintang Utara
‘Cuma Satu Nama’: Karya Satu-satunya Bersama Sang Suami
Di antara delapan lagu yang disajikan, trek berjudul “Cuma Satu Nama” memegang tempat paling istimewa di hati Dee Lestari. Lagu yang dinyanyikan bersama Afgan ini merupakan satu-satunya karya yang ia ciptakan bersama mendiang Reza Gunawan.
Sambil bernostalgia, Dee menceritakan kisah haru di balik proses kreatif pembuatan lagu tersebut.
“Setiap kali saya bikin lagu selalu sendirian, tapi di lagu ini saya menciptakannya bersama almarhum Reza Gunawan. Ini adalah lagu kami the one and only. Sayangnya, beliau tidak sempat mendengarkan lagu ini direkam,” pungkas Dee.
Lewat album (Jangan) Jatuh Cinta, Dee Lestari seolah berhasil membayar “utang” janjinya kepada almarhum suami sekaligus membuktikan kepada publik bahwa jati dirinya sebagai seorang penyanyi dan musisi tidak pernah padam.



