BeritaHukum Dan KriminalPalangka Raya

Lawan Intoleransi! Kapolsek Pahandut: Tak Bisa Hanya Mengandalkan Aparat Hukum

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, terorisme, dan kekerasan terus dilakukan di Kota Palangka Raya. Salah satunya melalui Workshop Kalimantan Tengah Melawan dan Menolak Paham Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Kekerasan yang digelar di A’Long Space Coffee, Jalan Janah Jari.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto bersama Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Kalimantan Tengah Iptu Ganjar Satriyono, serta diikuti sekitar 52 peserta yang terdiri dari insan pers, mahasiswa, aktivis, dan perwakilan sejumlah instansi pemerintah.

Workshop juga dirangkai dengan pembukaan Turnamen Domino JOC S-6 (Cup Season 6) sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

AKP Iyudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman.

“Peran masyarakat, khususnya insan pers, mahasiswa, aktivis, dan generasi muda sangat penting dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Ia menegaskan, Polsek Pahandut akan terus memperkuat kolaborasi dengan Densus 88 AT Polri maupun instansi terkait dalam melakukan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Diperlukan sinergi seluruh komponen masyarakat agar potensi penyebaran paham intoleransi, radikalisme, maupun terorisme dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Kalimantan Tengah, Iptu Ganjar Satriyono menekankan, pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya paham radikal melalui edukasi yang berkelanjutan serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Pemahaman yang baik terhadap nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan menjadi benteng utama dalam menangkal masuknya paham intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button