Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Mau Jadi Pejabat, Cukup Jadi Babu Dulu!

KALTENG.CO-Setelah publik sempat dihebohkan oleh gaya hidup mewah para pengasuh anak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang kedapatan berlibur di atas kapal pesiar mewah sambil menenteng tas branded, kini sorotan kembali tertuju pada lingkaran dalam sang “Sultan Andara”.
Bukan lagi soal asisten rumah tangga (ART) atau babysitter, kali ini giliran asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, yang sukses mengguncang jagat maya. Bukan karena urusan fesyen atau liburan, melainkan karena gebrakan kariernya yang melesat drastis ke kursi korporat strategis.
Mufli Budi Ananda mendadak jadi buah bibir setelah namanya tercantum dalam jajaran manajemen terbaru PT Krakatau Posco. Tidak tanggung-tanggung, pria yang sehari-harinya mendampingi aktivitas padat Raffi Ahmad ini dipercaya menduduki jabatan sebagai Komisaris.
Viral di Media Sosial, Netizen Pertanyakan Kompetensi
Kabar perombakan manajemen ini langsung menjadi viral setelah tangkapan layar susunan pengurus baru PT Krakatau Posco beredar luas di media sosial, lengkap dengan foto resmi Mufli Budi Ananda.
Bukannya menuai ucapan selamat, penunjukan ini justru memicu gelombang skeptisisme dari netizen. Banyak yang meragukan kompetensi dan rekam jejak profesional Mufli untuk memegang jabatan sekelas komisaris di perusahaan patungan baja raksasa tersebut.
Warganet di berbagai platform, mulai dari Instagram hingga Threads, menyuarakan kecurigaan bahwa penunjukan ini lebih kental dengan aroma “bagi-bagi kue” dan kedekatan personal (nepotisme) ketimbang penilaian performa profesional yang objektif.
Baca Juga: Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Gelombang Kritik Pedas di Lapak Akun Gosip
Unggahan di akun gosip populer Instagram, Lambe Turah, langsung digempur ribuan komentar bernada miring dan frustrasi dari masyarakat.
“Muak sekali bacanya. Berkarir di luar negeri aja lah lebih dihargai. Tambah gila negara konoha,” tulis salah satu netizen meluapkan kekecewaannya melihat realitas dunia kerja saat ini.
Isu mengenai latar belakang pendidikan Mufli pun ikut dikuliti oleh pengguna platform Threads. “Di Threads kuliahnya nggak selesai. Gak kaget. Sebelumnya sudah diceritain sama suami. Cuma bisa bilang ‘dih kok bisa,'” timpal netizen lainnya.
Sentimen mengenai “jalur orang dalam” menjadi benang merah dari kemarahan publik. Netizen merasa kerja keras dan pendidikan tinggi seolah tidak ada artinya dibanding memiliki koneksi dengan lingkaran elite.
“Orang pintar tahu kapasitas, kompetensi dan kelayakan. Kalau jurusan orang dalam begini nggak perlu kayaknya, hahaha … Kita tunggu Sensen Ahmad jadi komisaris di Pertamina,” sindir seorang warganet dengan nada sarkastis.
Menanti Merry dan Sensen Menyusul ke Kursi Pemerintahan
Saking geramnya melihat fenomena ini, netizen mulai melempar sindiran kreatif. Mereka mengaku tidak sabar menantikan asisten-asisten Raffi Ahmad lainnya yang sudah mengabdi selama puluhan tahun—seperti Merry—untuk mendapatkan “jatah” jabatan strategis di era Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.
“Gak sabar nunggu giliran tante Merry,” komentar jenaka sekaligus menyindir dari salah satu warganet.
“Mantap benar yang jadi babu Raffi. Gampang banget jadi komisaris hanya dengan muja muja,” sahut akun lain dengan nada yang cukup menohok.
Fenomena melesatnya karier orang-orang di sekitar Raffi Ahmad tampaknya memberikan efek kejut sekaligus ironi bagi masyarakat luas yang tengah berjuang mencari lapangan kerja. “Gua belum tidur loh, sudah mimpi buruk aja,” tutup seorang netizen merangkum perasaan kolektif publik saat ini.
Hingga artikel ini dimuat, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Mufli Budi Ananda maupun Raffi Ahmad terkait polemik penunjukan jabatan komisaris tersebut. (*/tur)



