
KALTENG.CO-Pemerintah Indonesia dan India resmi menyepakati kerja sama besar di bidang pelestarian warisan budaya dunia.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi meluncurkan proyek konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan yang akan berlangsung selama satu dekade, mulai tahun 2026 hingga 2036.
Peresmian kolaborasi jangka panjang ini dilakukan secara langsung setelah kedua pemimpin negara meninjau kemegahan Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (7/7/2026).
Sebagai tanda dimulainya proyek bersejarah ini, Presiden Prabowo dan PM Modi membuka plakat simbolis bertuliskan Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation.
Fokus Restorasi: Memugar Lebih dari 200 Candi Perwara
Melalui program ambisius yang berjalan selama 10 tahun ini, fokus utama pemerintah kedua negara adalah memulihkan kembali struktur asli kawasan suci tersebut. Prioritas pemugaran akan diarahkan pada lebih dari 200 candi perwara yang terletak di halaman kedua Kompleks Candi Prambanan.
Catatan Sejarah: Candi perwara merupakan candi-candi pendamping atau pengawal yang mengelilingi candi utama. Hingga saat ini, sebagian besar dari ratusan bangunan candi perwara tersebut masih berupa tumpukan batu dan reruntuhan yang belum terekonstruksi dengan utuh.
Melalui keahlian arkeologi dan teknologi konservasi modern yang dimiliki Indonesia dan India, proyek ini diharapkan mampu mengembalikan kemegahan arsitektur Prambanan seperti sedia kala.
Candi Prambanan: Saksi Bisu Ikatan Peradaban Dua Bangsa
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Candi Prambanan bukan sekadar objek wisata atau situs purbakala biasa. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini adalah simbol hidup dari kedekatan historis yang sangat erat antara Indonesia dan India.
Kehadiran PM Narendra Modi ke Yogyakarta pun dinilai memiliki makna yang sangat sakral dan strategis bagi diplomasi kedua negara.
“Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih dari Sekadar Politik dan Ekonomi
Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa fondasi hubungan bilateral antara Jakarta dan New Delhi sangat kokoh karena tidak hanya bersandar pada sektor formal seperti:
Kerja sama politik
Kemitraan ekonomi dan perdagangan
Kolaborasi sektor pertahanan
Lebih dalam dari itu, ikatan emosional kedua bangsa tumbuh subur dari kesamaan nilai-nilai luhur budaya, perkembangan ilmu pengetahuan, serta rasa saling menghormati yang diwariskan dari generasi ke generasi sejak berabad-abad lalu.
“Jejak sejarah tersebut masih dapat kita lihat dan rasakan hari ini,” tambah Prabowo hangat.
Budaya Sebagai Jembatan Masa Depan
Melalui momentum kunjungan bersama ke situs warisan dunia UNESCO ini, Presiden Prabowo berharap hubungan persahabatan antara masyarakat (people-to-people contact) Indonesia dan India akan semakin solid.
Budaya dinilai menjadi instrumen diplomasi paling lembut namun paling kuat untuk menyatukan perbedaan dunia.
“Budaya adalah jembatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan untuk menghadapi masa depan bersama,” tutur Prabowo.
Menutup pernyataannya, Presiden menyatakan rasa optimisme dan menyambut baik langkah konkret yang diambil kedua pemerintahan dalam menjaga kelestarian sejarah dunia ini.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyambut baik kesepakatan konservasi dan restorasi kompleks Candi Prambanan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah India,” pungkasnya. (*/tur)



