BeritaHukum Dan KriminalKASUS TIPIKORNASIONAL

Misteri Rumah JAM Pidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI dan Kejagung, Ada Korupsi Kelas Kakap Siap Dibongkar?

KALTENG.CO-Suasana di kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mendadak ramai dan dipenuhi petugas sejak Rabu (8/7/2026) petang hingga malam hari. Rumah yang terletak di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut tampak mendapat pengawalan ketat.

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga menjelang tengah malam sekitar pukul 23.27 WIB, aktivitas di sekitar rumah pejabat teras Kejaksaan Agung tersebut masih tergolong tinggi. Sejumlah pria berbadan tegap terlihat berjaga siaga di dalam maupun di luar pagar rumah.

Petugas Kejagung dan TNI Berjaga Bersama

Tidak hanya personel berpakaian bebas, beberapa petugas dari Kejaksaan Agung yang masih mengenakan seragam dinas juga tampak berkumpul di radius yang tidak jauh dari area rumah.

Menariknya, pengamanan ini tidak hanya melibatkan internal korps adhyaksa. Di lokasi yang jaraknya relatif dekat dengan Kantor Pusat Kejagung tersebut, terlihat pula beberapa prajurit TNI yang mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lengkap dengan baret mereka, ikut berjaga di sekitar area.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai alasan spesifik di balik mendadaknya pengamanan ketat di rumah dinas atau pribadi Febrie Adriansyah tersebut.

Maraton Penggeledahan di 12 Titik Jakarta dan Bogor

Secara mengejutkan, keramaian di rumah JAM Pidsus ini berlangsung bersamaan dengan pergerakan besar aparat kepolisian. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya tengah bergerak melakukan penggeledahan secara maraton di 12 titik berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta dan Bogor.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, mengonfirmasi bahwa tindakan hukum ini didasari oleh dua laporan kepolisian yang tengah diselidiki secara mendalam.

”Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi yang saat ini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya,” ungkap Victor kepada awak media.

Membongkar Sengkarut Korupsi & TPPU Dua Kasus Besar

Kombes Pol Victor Dean Mackbon membeberkan bahwa penggeledahan ini bertujuan untuk membuat terang benderang dua konstruksi perkara dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berskala besar.

Berikut adalah dua klaster kasus yang menjadi dasar penggeledahan tim gabungan:

1. Sisa Sengkarut Kasus PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya

Perkara pertama membidik dugaan korupsi dan TPBU dalam proses penanganan hukum oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait perkara PT Asabri dan Asuransi Jiwasraya. Berdasarkan catatan penyidik, tindak pidana ini diduga terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam rentang waktu kurun tahun 2020 hingga 2025.

2. Kasus Utang Anak Usaha Krakatau Steel

Perkara kedua menyangkut dugaan korupsi dan atau TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban finansial dari PT CBS kepada PT KNI. PT KNI sendiri diketahui merupakan anak usaha dari perusahaan BUMN, Krakatau Steel. Kasus ini juga terdeteksi bergulir pada periode yang sama, yakni 2020–2025.

Polisi Masih Kunci Rapat Identitas Tersangka

Meskipun penyidik secara eksplisit menyebut adanya keterlibatan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam pusaran kasus ini, pihak kepolisian masih enggan membeberkan secara rinci nama-nama pesohor atau pejabat yang dibidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh keterangan resmi dan detail hasil penggeledahan di 12 titik tersebut baru akan dibuka secara transparan setelah seluruh rangkaian proses hukum di lapangan selesai dilaksanakan.

”Nanti kami sampaikan terkait pejabat negara atau pun (yang lain), tetapi semua itu sama di mata hukum,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya menutup keterangannya. (*/tur)

Related Articles

Back to top button