Penjualan Rokok kepada Anak di Bawah Umur Disorot

menunjukan keseriusannya dalam menurunkan prevalensi perokok anak

Harus Ada Sanksi Yang Bisa Di Terapkan

Asumsi tersebut di dasari pada pembelian rokok dalam bentuk kemasan utuh, dan bukan eceran. Di antara mereka juga mengungkapkan, bahwa jika mereka melarang pembelian oleh anak, hal ini akan berpengaruh pada berkurangnya pendapatan.

Karena itu, dengan banyaknya pedagang rokok tradisional berlokasi di lingkungan pemukiman dan seiring dengan tujuan menekan akses anak di bawah umur kepada rokok, Pemerintah perlu melakukan suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pedagang terkait regulasi penjualan rokok kepada anak.

Baca Juga:  Airlangga: Penguatan Kewirausahaan dan Mendorong Ekosistem, Tingkatkan Nilai Tambah UMKM

“Harus ada sanksi yang bisa di terapkan kepada para pedagang yang tetap melakukan nya, kata Managing Director IPSOS Soeprapto Tan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (12/7).

Menyikapi hal ini, Soeprapto juga mendapati fakta dari para pedagang bahwa untuk menjadikan Peraturan ini lebih efektif di perlukan kegiatan edukasi oleh Pemerintah sebagai regulator maupun pelaku industri rokok.
Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie, menyebut bahwa sosialisasi dan penegakan hukum terkait PP 109/2012 seharusnya menempatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak.