
“Saya antre dari pukul sepuluh tadi malam. Sampai ini belum masuk giliran diseberangkan,” keluh salah satu sopir angkutan Riduan, kemarin.
Dia membawa telur ayam dari Tanah Laut untuk dibawa ke Pontianak. Telur ini sebutnya, sedianya sudah harus sampai Sabtu di tempat tujuan. “Kalau seperti ini bisa molor. Bahkan uang makan bisa habis di jalan,” keluhnya.


Menurutnya, akses jalan ini satu-satunya yang bisa ditempuh saat ini. Memaksakan lewat Jalan Gubernur Syarkawie, sebutnya malah membuat masalah. “Pemerintah harus ada solusi. Kalau seperti ini kami yang repot,” tuturnya.



