Berita

Banjir Mengintai Palangka Raya

Potensi Hujan Deras Tinggi

Banjir Sampai Batas Spion

Megawati memperkirakan tak lama lagi bagian belakang rumahnya akan terendam banjir, jika debit air terus meningkat. “Sekarang ini posisi (air) di bawah papan, sudah hampir masuk rumah,” ucapnya. Mengantisipasi banjir, Megawati telah membeli kayu dan papan untuk dibuatkan tempat menaruh barang-barang berharga. “Bikin ranjang, takut bekajutan seperti kemarin, pas lagi tidur langsung naik air-nya,” tuturnya.

Ibu tiga orang anak ini menceritakan, saat banjir besar terjadi tahun lalu. Genangan air dalam rumahnya mencapai setinggi pinggang orang dewasa. “Air itu sampai batas spion ini,” kata Megawati sembari menunjuk ke arah spion sepeda motornya. Di tanya terkait perhatian dan bantuan pemerintah, warga kompleks Mendawai mengaku jika sampai saat ini belum ada bantuan yang di berikan pemerintah.

“Sampai saat ini memang belum ada (bantuan). Karena ini kan baru mulai banjir, baru masuk ke dapur, belum sampai ke ruang tengah,” kata Jumadi selaku ketua RT 06/RW 07. Namun Jumadi mengakui bahwa pihak Kelurahan Palangka sudah meminta para ketua RT untuk segera mendata warga yang terdampak banjir.

Ia juga mengatakan bahwa warga di lingkungan RT yang di pimpinnya berharap segera ada bantuan dari pemerintah. “Rumah-rumah di sini rata-rata bagian dapurnya kena (terdampal banjir, red),” kata Jumadi. Perihal adanya permintaan kepada ketua RT. Untuk mendata warga yang terdampak banjir di benarkan juga oleh Muhamad Syamsul selaku ketua RT 04/RW 07.

“Memang ada permintaan seperti itu (mendata warga), kemarin kami di kasih blangko,” bebernya. Syamsul menyebut bahwa sejauh ini belum ada laporan soal rumah warga yang terendam banjir. “Masih belum ada lagi. Mungkin karena ini baru awal,” katanya sembari membenarkan bahwa ketinggian air akibat luapan Sungai Kahayan terpantau makin meningkat. (abw/*irj/*dan/sja/ce/ala)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5

Related Articles

Back to top button