BeritaMETROPOLISNASIONALTechnoUtama

Belum Akrab dengan Istilah SKEM dan LTHE, Begini Cara Pelaku UMKM di Kota Palangka Raya Menghemat Biaya Listrik

Jurnalis: Maturidi *

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak sektor perekonomian strategis di tengah masyarakat. Hampir di setiap sudut ruas jalan, baik di perkotaan maupun perdesaan dengan mudahnya didapati lapak-lapak UMKM.

Dari yang menempati tempat khusus berjualan, berupa ruko dan boks-boks kontainer, hingga sekadar menempati emperan toko dan di bawah pepohonan di perempatan maupun tepi jalan.

Jenis barang-barang yang dijual pun sebenarnya sangat beragam, tetapi paling banyak adalah kuliner. Yah…usaha yang satu ini memang dianggap paling tidak ada matinya dalam mata rantai perdagangan UMKM.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Semua jajanan bisa dijual dengan bebas di jalanan. Dari jajanan tempoe doeloe hingga jajajan kekinian, mempunyai penikmat dan pasarnya masing-masing.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Sedemikian menjanjikan dan laris manisnya usaha jajanan/kuliner jalanan ini, sampai-sampai margin keuntungan kecil tidak jadi soal bagi para pelaku UMKM. Terpenting perputaran modalnya lancar dan masih ada cuan. Begitulah kekira yang ada di benak mereka.

Dalam bisnis atau usaha kuliner memang keutungan tidak mesti harus diperoleh dari margin atau selisih harga antara bahan pokok dengan harga jual. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menghemat biaya produksi. Melalui efisiensi penggunaan listrik atau energi terbarukan, berupa kompor/oven elektrik maupun energi terbarukan apabila memungkinkan.

1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button