PALANGKA RAYA-Karisma H Achmad Diran di panggung politik Kalteng masih cukup menggoda. Meski sudah lanjut usia, tapi mantan wakil gubernur Kalteng dua periode ini masih dipercayakan menjadi nakhoda Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu menunjukkan bahwa pengaruh sosok Achmad Diran cukup besar untuk membawa PAN menuju kejayaan di Bumi Tambun Bungai selama lima tahun ke depan.
Achmad Diran sejatinya tidak punya ambisi besar untuk memimpin kembali Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalteng. Ia mengaku sudah cukup menjabat satu periode ketika menggantikan alm H Darwan Ali. Oleh sebab itu, saat berakhirnya kepemimpinan sebagai ketua DPW PAN tahun ini, Achmad Diran sudah berencana mengambil langkah untuk pensiun dari dunia politik. Pertimbangannya karena kondisi fisik yang mulai menurun dan usianya yang sudah menginjak 71 tahun. Meskipun ia memiliki keinginan untuk menarik diri dari dunia perpolitikan, tapi dalam musyawarah wilayah (muswil) V yang dilaksanakan Minggu (20/12) lalu, Achmad Diran terkaget-kaget. Bagaimana tidak? Tokoh kelahiran 1 Januari 1949 ini ditunjuk lagi untuk memimpin PAN Kalteng.
“Jujur saya sudah memiliki rencana untuk tidak mencalonkan lagi karena faktor fisik dan usia. Saya kaget, DPP kembali menunjuk saya untuk menakhodai DPW PAN Kalteng, dengan harapan dapat membawa PAN lebih maju sampai dengan lima tahun ke depan,” ucap pria yang berulang tahun setiap tanggal 1 Januari ini.
Achmad Diran menduga, penunjukan dirinya untuk memimpin DPW PAN Kalteng tak lepas dari masukan para ketua DPD kabupaten/kota. Diakuinya, rekan-rekan tingkat DPD sempat melarangnya untuk mengambil langkah pensiun dari dunia politik, dengan alasan PAN makin membaik sejak dipimpinnya.
“Bahkann pusat sudah menunjuk lima tim formatur untuk membantu menyusun kepengurusan, yaitu Tommy Irawan Diran, Mahbub Indra Pratama, Arif M Norkim, Natali Asih, dan Okto E Toendan,” beber Achmad Diran.
“Ini merupakan tugas dan amanah dari partai. Apalagi ditunjuk langsung oleh DPP dan pengurus DPW lainnya,” kata H Achmad Diran kepada media di kediamannya, Jalan Strawberi, Kota Palangka Raya, Minggu (20/12).
Achmad Diran mengaku punya harapan besar kepada pengurus partai melalui sembilan tokoh yang mencalon, seperti Imam Mardani, Mahbub Indra Pertama, Tomi Irawan Diran, Ade Supriyadi, Arif M Norkim, Delta Intan Purnama, Nataliasih, Okto F Y Tundan, dan Helena Helga Tubalawoni. Apalagi proses penjaringan pun sudah berjalan dan diikuti oleh semua calon yang ada, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui musyawarah wilayah saat itu.
Namun, kata Achmad Diran, karena merupakan amanah dari partai, maka dirinya menyatakan siap untuk menjalankan dan membesarkan partai ke depan. Terutama menjelang pelaksanana pileg dan pilpres yang akan datang. “Tugas saya ke depan yakni bagaimana bekerja sama dengan semua kader dan simpatisan, serta menambah jumlah kursi di DPRD provinsi yang saat ini hanya ada dua kursi,” ucap pria yang pernah menjabat Wakil Gubernur Kalteng dua periode tersebut.
Ditambahkan Achmad Diran, menjabat sebagai ketua bukanlah simbol semata, tetapi harus mampu menjadi panutan dan bisa membesarkan partai untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.”Saya akan melibatkan semua tokoh, terutama generasi muda yang memiliki potensi. Beberapa bulan ke depan kami akan menyusun kepengurusannya,” tuturnya.
Pada momen yang sama, Achmad Diran mengajak semua pengurus, kader partai, dan pihak terkait lainnya agar bersama masyarakat memperjuangkan kepentingan umum, dengan tetap semangat bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab serta tidak mudah menyerah. (nue/ce/ala)