Covid-19 Kalteng Meningkat, Karena Tingginya Interaksi Manusia

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Berdasarkan data sebaran pasien Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Kamis (1/7/2021), beberapa wilayah mengalami peningkatan kasus orang terkomfirmasi Covid-19.
Seperti Kota Palangka Raya, dari 7.423 orang bertambah 66 orang menjadi 7.489 orang. Kemudian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dari 4.401 orang bertambah 58 orang menjadi 4.459 orang.
Sedangkan untuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dari 3.249 orang bertambah 77 orang menjadi 3.326 orang. Kemudian Kapuas, dari 2.462 orang bertambah 14 orang menjadi 2.476 orang.
Untuk Kabupaten Sukamara, dari 812 orang bertambah 18 orang menjadi 830 orang. Kemudian Lamandau, dari 678 orang bertambah 12 orang menjadi 690. Bahkan data sebaran melaporkan 9 orang di nyatakan meninggal karena Covid-19.
Tentunya hal ini menumbuhkan ke
khawatiran bagi masyarakat. Mereka berpikir dengan menerima vaksin, mereka akan aman dan terhindar dari pesebaran virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalteng dr. Suyuti Syamsul menjelaskan virus corona dapat berpindah dengan cepat melalui interaksi antar manusia. Untuk itulah pemerintah membatasi interaksi.
“Jika ada kenaikan kasus penyebabnya dapat di pastikan, karena interaksi manusia yang semakin tinggi. Protokol Kesehatan (Prokes) juga tidak di laksanakan dengan baik. Semakin banyak yang berkumpul, dan melakukan perjalanan dengan bebas, tanpa peduli dengan keselamatan kesehatan dirinya sendiri,”ucap Kadinkes Kalteng dr. Suyuti Syamsul, kepada Kalteng.co, Jumat (2/7/2021).
Belum lagi di tambah adanya virus varian Delta yang merupakan mutasi dari virus corona. Dimana virus ini dapat dengan cepat menular ke tubuh manusia, dan lebih berbahaya jika di bandingkan dengan jenis varian Alpha dan varian asli yang muncul di Wuhan, China.
“Tidak menutup kemungkinan jika varian Delta ini sudah menyebar di tengah masyarakat. Dengan interaksi yang semakin tinggi, akan mempermudah virus ini bermutasi,” terang dr. Suyuti Syamsul.
Jika di lihat dari data sebaran harian Covid-19, beberapa daerah yang mengalami peningkatan yakni Palangka Raya, Kotim, Kobar dan Kapuas. Dimana untuk daerah tersebut, dinilai cukup tinggi aktivitas manusianya.
“Agar bisa kembali terkendali, tidak ada jalan lain kecuali penerapan Prokes, pembatasan aktivitas masyarakat, perbanyak testing, tingkatkan tracing. Sampai saat ini formula pencegahan tetap tidak berubah dan tetap masih sangat efektif mencegah penularan,” tutupnya. (pra)



