BeritaHukum Dan KriminalKALTENGKasonganNASIONAL

Lagi, Dua Penyerang Polisi Katingan Ditangkap, Kapolres: Pelaku Lain Masih Kami Buru!

KASONGAN, Kalteng.co-Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penindakan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Dua pria yang ditangkap masing-masing berinisial Y dan L. Keduanya diamankan di wilayah Kabupaten Katingan pada Rabu (8/7/2026) pagi dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, kedua terduga pelaku berhasil diamankan dalam operasi lanjutan yang dilakukan tim gabungan.

“Inisial yang diamankan adalah dua pria berinisial Y dan L. Keduanya diamankan pagi tadi di wilayah Katingan,” ujar Dodik saat dikonfirmasi Kalteng.co.

Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku dalam peristiwa penyerangan yang menewaskan seorang anggota Polri tersebut. Pemeriksaan juga difokuskan untuk mengembangkan kasus dan mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.

“Masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan,” katanya.

Dodik menegaskan, meski lima orang telah diamankan, proses pengejaran belum berakhir. Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan masih memburu sejumlah orang yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

“Saat ini total terduga pelaku yang berhasil diamankan berjumlah lima orang. Terduga lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegasnya.

Sebelumnya, aparat telah lebih dulu mengamankan tiga terduga pelaku, yakni Saldy, Robi, dan N. Penangkapan Y dan L menambah daftar terduga pelaku yang kini menjalani proses hukum.

Seperti diketahui, insiden berdarah itu terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Operasi tersebut berujung ricuh setelah petugas diduga mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Dalam peristiwa itu, Aiptu Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.

Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan tersebut. (oiq)

 

Related Articles

Back to top button