
KALTENG.CO-Kabar mengejutkan datang dari sang juara bertahan, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, dalam rangkaian MotoGP Jerman 2026.
Pembalap andalan Ducati Lenovo tersebut harus menerima kenyataan pahit setelah gagal menembus posisi sepuluh besar pada sesi latihan di Sirkuit Sachsenring, yang sekaligus memaksanya harus merangkak dari babak Kualifikasi 1 (Q1).
Melansir laporan dari Crash, Senin (13/7/2026), pembalap asal Italia ini blak-blakan mengenai problem besar yang menimpanya sepanjang sesi latihan, terutama mengenai hilangnya traksi pada motor Desmosedici GP26 miliknya.
Karakter Sachsenring yang Menyiksa Ban Belakang
Pecco Bagnaia menjelaskan bahwa Sirkuit Sachsenring memiliki tata letak yang sangat unik dan menuntut. Karakter trek yang didominasi oleh tikungan-tikungan datar (flat corners) membuat motor sangat bergantung pada daya cengkeram (grip) ban belakang demi mendapatkan akselerasi maksimal.
Sayangnya, hal itulah yang menjadi mimpi buruk Pecco sepanjang hari pertama. Ia mengaku sama sekali tidak mendapatkan sensasi berkendara yang ideal karena kendala teknis tersebut.
“Motor saya benar-benar kehilangan traksi di bagian belakang. Rasanya sangat licin, bahkan rasanya seperti sedang melaju di atas permukaan es,” ungkap Pecco menggambarkan sulitnya mengendalikan motor di lintasan.
Akibat masalah grip ini, performa Pecco melorot tajam. Ia kehilangan banyak waktu berharga, terutama saat melintasi sektor kedua dan ketiga yang membutuhkan stabilitas tinggi di area buritan motor.
Bukan Salah Set-up Mekanis, Melainkan Masalah Elektronik
Menyadari ada yang tidak beres, garasi Ducati Lenovo sebenarnya langsung bergerak cepat. Tim mekanik Pecco mencoba melakukan perombakan besar-besaran untuk mencari jalan keluar. Tercatat, ada empat konfigurasi pengaturan (set-up) motor berbeda yang mereka uji sepanjang sesi latihan berjalan.
Namun anehnya, tidak ada satu pun dari empat perubahan mekanis tersebut yang membuahkan hasil positif pada ban belakangnya. Dari sinilah Pecco menarik kesimpulan bahwa akar masalahnya bukan terletak pada set-up fisik motor.
Pembalap bernomor motor 1 ini menilai sistem elektronik pada motornya belum bekerja secara optimal untuk menyalurkan tenaga ke ban belakang. Hal inilah yang membuat kalkulasi traksi menjadi kacau saat melibas tikungan Sachsenring.
Tetap Optimis dan Siap Intip Data Alex Marquez
Meski gagal menembus zona aman Q2 dengan selisih waktu yang sangat tipis, Pecco Bagnaia menolak untuk mengibarkan bendera putih. Ia tetap optimis timnya mampu mendiagnosis dan membenahi masalah elektronik tersebut tepat waktu sebelum sesi kualifikasi utama dimulai.
Untuk mempercepat pencarian solusi, Pecco berencana memanfaatkan keuntungan berada di bawah naungan Ducati, yakni dengan mempelajari data telemetri dari para penunggang Desmosedici lainnya yang tampil lebih moncer pada sesi tersebut. Salah satu pembalap yang performanya disorot oleh Pecco adalah Alex Marquez.
Dengan perbaikan menyeluruh pada sektor elektronik dan strategi sharing data khas Ducati, murid Valentino Rossi ini memasang target tinggi untuk bangkit di Q1, menembus Q2, dan kembali mengamankan barisan depan demi menjaga asa podium di MotoGP Jerman 2026. (*/tur)



